Abdul Mahfud: Birokrat yang Teguh Mengabdi dan Melayani

judul gambar

MANIFESTO.com, MAKASSAR– Tak banyak birokrat yang berkesempatan meniti jenjang karir dari bawah hingga mencapai jabatan tertinggi .

Jika ada, maka sosok tersebut dipastikan telah mengecap asam garam pengabdian kepada masyarakat, sebagai esensi dari tugas pokok dan fungsi birokrasi itu sendiri.

Bacaan Lainnya

Ir. Abdul Mahfud, MM, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Utara, adalah satu di antara sedikit birokrat yang telah melewati pengalaman sebagai abdi masyarakat, mulai dari level pelayanan sampai pada aktivitas administrasi yang bersifat manajerial dan koordinatif.

Pria kelahiran Katulungan, salah satu desa di Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Utara ini, mulai mengabdi sebagai ASN Kementerian Pertanian pada tahun 1988.

Hanya berselang tiga tahun kemudian, Mahfud yang sampai masa purna bakti masih menjabat sebagai Wakil Ketua Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia atau Forsesdasi Sulsel, dipercaya menduduki jabatan KA UPP SCDP Tinambung, sebuah daerah di Sulawesi Barat (dulu masih bagian dari Provinsi Sulsel).

Pada tahun 1999, Mahfud yang merupakan lulusan Program Magister Manajemen UPB Surabaya, “melanglangbuana” ke Bumi Kalimantan untuk menduduki jabatan sebagai Kasubag Tata Usaha pada Dinas Perkebunan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Jabatan yang hanya diemban selama satu tahun sebelum kembali ke kota Anging Mammiri  untuk mengabdi pada Dinas Perkebunan Sulsel.

Rentang waktu antara 2008 sampai 2014, Abdul Mahfud telah menduduki jabatan struktural mulai dari kepala bidang, kepala dinas hingga dilantik menjadi Sekretaris Daerah Luwu Utara.

Sebuah perjalanan panjang seorang Pegawai Negeri Sipil yang memberi garansi jam terbang dan kematangan dalam urusan pelayanan publik.

Bahkan, di tahun 2015, Mahfud yang pernah meraih penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Bupati Luwu Utara.

Pengalaman menjadi pimpinan tertinggi di level kabupaten itu, mejadikan didrinya sebagai sosok paripurna dalam hal birokrasi dan pemerintahan.

Tak urung, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, memberikan apresiasi tinggi atas segala dedikasi dan kontribusinya.

“Pak Mahfud telah memberi andil besar atas apa yang diraih oleh pemerintah di Luwu Utara,” kata Indah saat melepas Mahfud sebagai Sekda Luwu Utara.

“Kunci dari sebuah kesuksesan adalah ketulusan dan niat baik. Selama menjadi ASN, saya berangkat dari komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat, menjalankannya dengan baik, jujur dan bersungguh-sungguh,” kata Abdul Mahfud dalam perpisahan itu.

Ya, kejujuran dan dedikasi adalah kunci utama yang dipegang oleh seorang Abdul Mahfud selama kurang lebih 34 tahun mengabdi sebagai aparatur negara. Terbukti, hampir tak pernah ada persoalan terkait tugas dan wewenang yang diembannya.

“Yassiru wa la tu’assiru wa basysyiru wa la tanafiru” (Mudahkan urusan orang, jangan dipersulit, gembirakan hati orang, jangan ditakut-takuti ). Sebuah kalimat sebagai pesan pria kelahiran 23 Februari 1959 di akhir acara perpisahan dirinya sebagai Sekda Kabupaten Luwu Utara.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait