Akses Keluar Masuk Makassar Kembali Diperketat Jelang Idul Adha

  • Whatsapp
PJ Walikota Makassar Prof Rudy Djamaluddin saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid 19, Senin 27 Juli 2020. (Ist)
PJ Walikota Makassar Prof Rudy Djamaluddin saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid 19, Senin 27 Juli 2020. (Ist)

MANIFESTO, MAKASSAR – Penerapan pembatasan pergerakan lintas wilayah keluar masuk Kota Makassar akan diperketat untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penyebaran virus covid-19 jelang hari raya Idul Adha.

Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mengatakan pihaknya ingin menjaga proses pelaksanaan ibadah Shalat Id secara aman dengan memaksimalkan penerapan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Jelang Idul Adha, biasanya tingkat pergerakan warga akan bertambah. Makanya kita ingin menjaga keselamatan warga kita dari paparan Covid-19 dengan tetap memperketat pergerakan antar wilayah. Pada dasarnya kita tidak melarang mudik, namun yang  ingin keluar Makassar agar mempersiapkan surat keterangan bebas Covid-19, demikian pula sebaliknya,” tutur Rudy saat rapat evaluasi penanganan Covid 19, Senin 27 Juli 2020.

Tujuan kita tidak untuk menyulitkan warga tapi ingin meminimalisir potensi penyebaran virus, termasuk pada saat momentum pelaksanaan shalat Id yang jatuh pada 31 Juli nantinya. Dalam rapat evaluasi tersebut, Prof Rudy memaparkan sejumlah tren positif berdasarkan parameter dari tim epidemiologi.

“Alhamdulillah, dari laporan tim epidemiologi, angka penambahan positif Covid sejak sepuluh hari terakhir selalu di bawah angka tiga digit, atau selalu dibawah angka seratus. Bahkan kemarin angkanya sisa 60 tambahan positif,” lanjutnya.

Menurut Rudy, perkembangan yang menggembirakan itu tidak boleh membuat semua pihak eforia dan lengah, karena potensi terjadinya second wave sangat memungkinkan terjadi jika pengawasan dikendorkan.

Penulis: Fadli Ramadhan