Ancam Serbu Jakarta, Lira Sulsel Minta Edy Mulyadi Segera Ditangkap

Wagub LIRA Sulsel Sawaluddin Arief. (Ist)
Wagub LIRA Sulsel Sawaluddin Arief. (Ist)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Sulsel mengecam pernyataan Edy Mulyadi yang merendahkan derajat warga Kalimantan Timur. Ia pun menyebut pernyataan Edy sebagai bagian dari penghinaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.

“Itu mulut komunis, harus ditangkap karena telah menghina keutuhan NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” tegas Sawaluddin Arief, SPi. MH , wakil gubernur LIRA Sulsel, Selasa 25 Januari 2022.

Bacaan Lainnya

LIRA Sulsel akan mengancam akan bergabung dengan masyarakat Kalimantan menyerbu Jakarta mencari Edy Mulyadi untuk meminta pertanggungjawaban atas penghinaan dan rasis terhadap masyarakat kalimantan. Ia pun setuju dengan pemindahan ibu kota negara bernama Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur,

“Jika tak segera ditangkap kami akan menyerbu Jakarta mencari Edy Mulyadi untuk meminta pertanggungjawaban atas penghinaan dan rasis terhadap masyarakat Kalimantan,” janji mantan aktivis era 90-an yang terkenal garang itu.

Pernyataan kontroversial yang dilontarkan Edy Mulyadi terkait lokasi ibu kota negara yang baru, yaitu Kalimantan. Edy Mulyadi menyebut lokasi Ibu Kota Negara sebagai tempat jin membuang anak. Edy juga menarasikan IKN merupakan pasar kuntilanak dan genderuwo.

“Bisa memahami gak, ini ada tempat elite punya sendiri yang harganya mahal punya gedung sendirian lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak,” kata Edy.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait