MAKASSAR – Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memberikan apresiasi besar kepada Presiden Prabowo Subianto atas program makan bergizi gratis (MBG) yang kini sudah dirasakan manfaatnya oleh anak- anak Indonesia.
Bahkan secara khusus, Gubernur dua periode itu menigucapkan terima kasih kepada Prabowo karena program MBG mampu mendongkrak ekonomi rakyat. Apresiasi itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Hasanuddin (Unhas) yang dihadiri langsung Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
“Program MBG adalah program unggulan bapak Presiden Prabowo yang sangat luar biasa dampaknya, bukan hanya menjamin gizi anak- anak kita, tapi ikut mendongkrak ekonomi kerakyatan,” kata Andi Sudirman yang terus berharap program ini terus berlanjut, Selasa 28 April 2026.

Sementata Mendiktisaintek Brian Yulianto menegaskan, fasilitas dapur ini mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peran aktif perguruan tinggi. Berita Makassar
“Intinya adalah bagaimana kita dari perguruan tinggi bisa menjalankan peran untuk mendukung program prioritas Bapak Presiden (Prabowo Subianto), salah satunya adalah program MBG,” kata Brian.
Brian menegaskan kampus harus mengambil peran nyata dalam menyukseskan program nasional tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton dalam implementasi pemenuhan gizi masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga ingin berperan melalui SPPG yang dibentuk di kampus-kampus,” ujarnya
Unhas akan mengembangkan SPPG tersebut sebagai teaching factory untuk menunjang praktik serta penelitian para mahasiswa. Fasilitas ini juga berfungsi sebagai pusat pengembangan sistem MBG bagi masyarakat luas.
“SPPG ini nantinya bisa menjadi tempat praktik, penelitian, dan pengembangan lebih lanjut program MBG,” tambahnya. Berita Pemerintah
Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan apresiasi terhadap kesiapan Unhas dalam mendukung program prioritas ini. Dia menilai perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia (SDM) dan inovasi teknologi yang sangat berguna untuk menyempurnakan operasional MBG.
“Keterbukaan kampus untuk terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis sangat penting karena teknologi, SDM, dan inovasi yang dimiliki perguruan tinggi akan banyak manfaatnya untuk pengembangan program ini,” terangnya.
Pihak kementerian mendorong kontribusi kampus dalam pengembangan peralatan serta pengawasan keamanan pangan secara teknis. Kampus juga bisa terlibat langsung dalam melatih tenaga teknis guna memastikan kelancaran operasional di lapangan.
Dadan mencatat Unhas sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) pertama di Indonesia timur yang mengoperasikan fasilitas SPPG. Dia mengakui Unhas selalu berada di posisi terdepan dalam merespons inisiatif strategis pemerintah.

“Ini adalah SPPG pertama di kampus PTNBH di Indonesia timur. Saya kira Unhas selalu leading dalam hal tersebut,” ungkapnya.
Dadan meninjau langsung seluruh fasilitas dapur dan memberikan pujian terhadap standar kualitas yang ada di lokasi. Dia menyebut kelengkapan sarana di Unhas sudah memenuhi syarat untuk menjadi model percontohan berskala nasional.
“Dari apa yang sudah saya lihat, ini sudah perfect, sudah bagus,” tuturnya.
Fasilitas tersebut menggunakan teknologi reverse osmosis yang memungkinkan air hasil olahan bisa langsung diminum petugas maupun mahasiswa. Sistem ini memberikan jaminan keamanan pangan yang tinggi untuk mencegah gangguan kesehatan bagi para penerima manfaat.
“Airnya saja sudah reverse osmosis. Jadi, air yang keluar di SPPG ini sudah langsung bisa diminum. Jadi, pasti dijamin untuk air,” jelas Dadan.
Dadan juga memberikan perhatian khusus pada efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tersedia di fasilitas tersebut. Dia memproyeksikan sistem pengolahan limbah milik Unhas ini akan menjadi rujukan utama bagi fasilitas serupa di tempat lain.
“IPAL-nya sendiri juga bagus sekali dan saya kira ini akan jadi percontohan untuk yang lain,” tutupnya.
Editor: Azhar


