Arah Dukungan Golkar di Pilkada Rawan Beralih Pasca Musda

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Nurdin Halid saat membacakan nama kandidat yang akan diusung di sejumlah Pilkada di Sulsel. (Int)
Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Nurdin Halid saat membacakan nama kandidat yang akan diusung di sejumlah Pilkada di Sulsel. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Sukri Tamma menilai keputusan partai Golkar menentukan rekomendasi Pilwali 2020 bisa berubah setelah musda yang rencananya dihelat akhir pekan ini.

Musyawarah Daerah (Musda) ke-X Partai Golkar Sulsel ini akan menjadi penentu arah kebijakan partai menjelang Pilkada serentak 2020.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya partai Golkar telah mengeluarkan rekomendasi ke sejumlah daerah yang bakal menjalani pilkada serentak di Sulsel. Untul Pilwali Makassar, Golkar baru memberikan isyarat dukungan kepada Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun.

“Saya kira sampai saat ini semua kebijakan partai bisa dianulir oleh keputusan yang lebih tinggi di atasnya, sehingga sampai menjelang pendaftaran di KPU, dukungan partai itu masih bisa berganti,” papar Sukri kepada Manifesto, Kamis 23 Juli 2020.

Jika terjadi pergantian kepengurusan partai di tingkat provinsi, maka bisa saja memiliki keinginan berbeda. Dengan kewenangan dan kedekatan dengan DPP, maka pengurus Golkar Sulsel yang baru bisa saja mengusulkan usulan baru, terlebih jika dukungan sebelumnya masih bersifat kecenderungan.

“Kalau nanti sudah ada terpilih ketua dan pengurus baru. Nah nanti pihak ini yang mempuyai wewenang baru, sehingga bisa mengusulkan arah dukungan yang berbeda dengan dukungan pengurus sebelumnya,” terang Sukri.

Di Musda Golkar Sulsel kali ini, sejumlah nama kandidat telah mengembalikan formulir untuk bertarung memperebutkan kursi paling empuk di Golkar Sulsel. Jika ketua Golkar Sulsel yang terpilih tidak sejalan dengan ketua Golkar sebelumnya, Nurdin Halid, maka perpindahan dukungan Golkar di Pilkada sangat rawan.   

Penulis: Fadli Ramadhan

judul gambarjudul gambar

Pos terkait