Bakal Dieksekusi Lagi, Ridho Irama Terancam Mencoblos di Penjara

judul gambar

MANIFESTO.com, JAKARTA- Putra Raja Dangdut Rhoma Irama, Ridho Rhoma nampaknya akan mencoblos di penjara 17 April 2019 mendatang.

Itu setelah kejaksaan akan mengeksekusi Ridho 15 April 2019 atau dua hari sebelum pencoblosan. Padahal, Ridho sudah menjalani masa tahanan 10 bulan sebelum Mahkamah Agung memperberat hukuman Ridho menjadi 1 tahun 6 bulan.

Bacaan Lainnya

Ridho pun keluar dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat Cibubur, Jakarta Timur, pada 25 Januari 2018. Setelah ada putusan MA, Ridho kini tinggal menunggu waktu untuk dieksekusi.

Kejaksaan Negeri Jakarta Barat telah mengirimkan surat panggilan kepada Ridho Rhoma. Ia diminta untuk datang ke kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Barat pada Senin (15/4) pukul 09.30 WIB. Surat panggilan itu disampaikan melalui pengacara Ridho, Achmad Cholidin.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Patris Yusrian Jaya mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat panggilan kepada Ridho Irama. Ia pun membenarkan bahwa eksekusi terhadap putra Rhoma Irama itu akan dilakukan pada 15 April mendatang.

“Sudah kami panggil untuk dilakukan eksekusi. Iya (eksekusi 15 April),” kata Patris lewat pesan singkat dikutip dari kumparan, Senin (10/5).

Terkait pemanggilan, Patris percaya Ridho Rhoma akan bersikap kooperatif. “Kami yakin yang bersangkutan adalah warga negara yang taat pada hukum,” ucapnya.

Menanggapi putusan MA, Ridho Rhoma takkan tinggal diam. Pria 30 tahun ini akan melakukan upaya hukum berupa Peninjauan Kembali (PK). Patris menyatakan, upaya PK tidak akan menghambat proses eksekusi.

“Menurut ketentuan Pasal 268 ayat (1) KUHAP, permintaan peninjauan kembali atas suatu putusan tidak menangguhkan maupun menghentikan pelaksanaan putusan tersebut,” tutur Patris.

Dikonfirmasi terpisah, Achmad Cholidin mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima surat panggilan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Menanggapi panggilan itu, ia mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan keluarga Ridho.

“Kami akan koordinasi dulu dengan Haji Rhoma,” tutup Achmad.

Ridho Rhoma ditangkap petugas Satuan Narkoba Polrestra Jakarta Barat di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada 24 Maret 2017. Ketika itu, petugas menemukan barang bukti sabu seberat 0,7 gram yang dibeli dari seseorang dengan harga Rp 1,8 juta

Juru bicara MA, Andi Samsan Nganro, mengatakan bahwa hakim kasasi telah melakukan perbaikan atas vonis yang dijatuhkan kepada Ridho Rhoma. Ia dikualifikasi sebagai penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri.

“Dia (Ridho) harus masuk penjara lagi untuk menjalani sisa pidananya sesuai putusan Mahkamah Agung pada tingkat kasasi tersebut,” kata Andi dalam pesan singkat, Senin (25/3).

Andi menjelaskan pertimbangan majelis kasasi sehingga memperberat pidana Ridho Rhoma. Salah satunya adalah untuk menghindari disparitas pemidanaan terhadap tindak pidana yang sama dan sejenis.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait