Banyak Proyek Jalan Dikerja Asal Jadi, DPRD akan Minta BPK Lakukan Pemeriksaan Khusus

  • Whatsapp
Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina. (Ist)
Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina. (Ist)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– DPRD Sulawesi Selatan akan meminta audit khusus pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap penggunaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada proyek pembangunan jalan yang dikerja asal asalan.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi D, Rahman Pina, usai memimpin rapat pembahasan APBD Perubahan di tower DPRD Sulsel, Selasa 14 September 2021.

Bacaan Lainnya

“Banyak sekali laporan yang masuk ke DPRD terkait pembangunan jalan yang dibiayai oleh PEN. Ini mendapat atensi khusus dari kami di DPRD. Makanya sementara kita inventarisir kegiatan yang banyak disorot warga,” kata Rahman Pina.

Karena banyaknya proyek jalan yang dibiayai dari skema pinjaman PEN itu, DPRD tidak mungkin bisa melakukan pengawasan secara detail. “Kita segera menyurat untuk audit khusus ke BPK,” katanya.

Dari data laporan yang diterima staf DPRD, sejumlah kegiatan yang mendapat atensi khusus, di antaranya, preservasi jalan ruas ujung Lamuru-Palattae Bojo yang dikerjakan PT Citra Pribumi Teknik, pembangunan ruas Palateang-Malimpung-Kabere yang dikerjakan PT Urnia, Penanganan Kawasan Pucak Maros PT Mulia Trans, Ruas Jalan Sabbang-Tallang PT Awondeni dan Ruas Passobo Matangli PT Riwan Jaya. Ada juga ruas Bua-RantePao PT Genytov.

“Laporan yang masuk tentu akan kita validasi dengan Dinas PUTR. Teman teman DPRD juga akan turun melakulan pengawasan secara intensif sebelum kita menyurat ke BPK,” kata Ady Ansar, anggota komisi D lainnya.

Dalam rapat dengan Dinas PUTR, salah satu pembahasan paling alot adalah terkait penggunaan dana PEN. Baik di bidang Bina Marga maupun PSDA.

Editor: Azhar

Pos terkait