Belum Tentukan Sikap di Pilwali, Ara: Demokrat Bukan Keledai Tunggangan

Wakil Ketua DPRD Makassar yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali. (Manifesto.Id)
Wakil Ketua DPRD Makassar yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali. (Manifesto.Id)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR — Partai Demokrat belum menentukan dukungan di Pilwali Makassar. Meski kerap dikaitkan dengan kandidat Munafri Arifuddin alias Appi, partai berlambang mercy itu secara resmi belum mengeluarkan rekomendasi.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali (Ara)  mengatakan partainya akan mengumumkan pilihannya dalam waktu dekat. Hanya saja, rekomendasi Demokrat belum tentu akan mencantumkan nama Appi.

Bacaan Lainnya

“Pilihan Partai Demokrat masih ada di kotak pandora. Nanti dalam waktu dekat kita akan keluarkan,” ungkap Ara kepada wartawan di gedung DPRD Makassar, Senin 6 Juli 2020.

Wakil Ketua DPRD Makassar itu menegaskan, hampir semua bakal calon telah melakukan komunikasi ke partai yang dipimpinnya. Namun, dalam komunikasi yang kita lakukan ada beberapa yang punya rekan jejak di Partai Demokrat tentu menjadi penilaian khusus.

“Tidak usaha sebut namanya. Tentang nama calon walikota yang pernah diusung oleh partai Demokrat dan pernah tergabung dengan Demokrat,” kata Ara.

Legislator tiga periode itu menyebutkan ada satu bakal calon yang lebih komunikasinya dibandingkan dengan yang lain. Tidak usah saya sebut namanya, pasti tidak lari dari empat orang itu, yakni, Moh Ramdhan Pomanto, Syamsu Rizal, Irman Yasin Limpo, dan Appi.

“Tidak usah saya sebut namanya, pasti tidak lari dari 4 orang itu,” lanjutnya.

Demokrat itu berbeda dengan partai lain. Ara mengatakan, Demokrat sangat menghargai koordinasi tingkatan DPC dan DPD. Biar orang melingkar ke DPP akan tetap dikembalikan ke DPC Demokrat untuk menentukan pilihan terbaik.

“Demokrat itu tertib aturan organisasi. Tidak akan bisa langsung-langsung ke DPP. Capek-capek ji itu, buang-buang tiket pesawat. Jadi kita tertib, itu arahan Pak SBY,” tegas Ara.

Terpenting dalam pilwali kata Ara, Partai Demokrat tidak akan melewati lubang yang salah. Demokrat harus berada di barisan pemenang seperti di Pilwali sebelumnya.  “Demokrat bukan keledai tunggangan, catat itu,” pungkas Ara tersenyum.

Diketahui, di dua Pilwali sebelumnya, Partai Demokrat selalu bersama Moh Ramdhan Pomanto alias Danny. Di Pilwali 2013, Demokrat mengusung duet Danny- Syamsu Rizal dan keluar sebagai pemenang. Di Pilwali 2018, Partai Demokrat tetap mengusung Danny meski akhirnya Mantan walikota Makassar itu gagal bertarung.

Penulis: Fadli Ramadhan

judul gambarjudul gambar

Pos terkait