BPS dan BRIN Gelar Diseminasi Hasil Riset di Makassar, Komitmen Dukung Ekonomi Hijau

Kepala BPS Sulsel, Suntono, saat membuka pelaksanaan kegiatan diseminasi hasil riset di The Rinra Hotel Makassar. Foto/Istimewa
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan diseminasi hasil riset kajian kualitatif long form sensus penduduk 2022 di The Rinra Hotel Makassar, Rabu (19/10/2022). Dalam kegiatan itu, kedua instansi tersebut menegaskan komitmen mendukung ekonomi hijau.

Hasil kajian kerja sama BPS dan BRIN yang disampaikan melalui kegiatan diseminasi digelar rentang Oktober-November 2022. Diseminasi berlangsung di tujuh kota yakni Palembang, Semarang, Balikpapan, Makassar, Ambon, Kupang dan Manokwari. Kegiatan di Makassar sendiri diikuti regional Pulau Sulawesi.

Bacaan Lainnya

Kepala BPS Sulsel, Suntono, yang membuka pelaksanaan diseminasi, menyampaikan tim peneliti BPS dan BRIN pada kesempatan ini memaparkan hasil riset praktik ekonomi hijau, khususnya di regional Pulau Sulawesi. Diharapkannya hasil riset tersebut menjadi rekomendasi bagi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah untuk mengambil kebijakan.

“Sebagai negara kepulauan, pembangunan ekonomi hijau adalah keharusan dan pemerintah sudah merencanakan pembangunan rendah karbon,” ungkap dia.

Komitmen pemerintah dalam mendukung ekonomi hijau, ia mengimbuhkan juga selaras dimana Indonesia merupakan salah satu negara yang meratifikasi Persetujuan Paris atau Paris Agreement. Adapun Paris Agreement adalah sebuah traktat internasional tentang mitigasi, adaptasi dan keuangan perubahan iklim pada tahun 2015. Persetujuan ini mengawal negara-negara untuk mengurangkan emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca lain untuk membatasi pemanasan global kepada cukup di bawah 2,0 derajat Celsius.

Kepala Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN, Umi Karomah Yaumidin, menambahkan pelaksanaan diseminasi ini berupa kajian kualitatif pembangunan ekonomi hijau dan kondisi sosial demografi Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan penduduk dan lingkungan berkelanjutan di wilayah Sulawesi. Dalam kegiatan ini, pihaknya berkolaborasi dengan BPS, dimana sudah ada kerja sama sejak Maret lalu.

Lewat kegiatan ini, Umi berharap dapat memberikan pemahaman dan manfaat kepada masyarakat mengenai ekonomi hijau, khususnya menyangkut isu sosial dan demografi. Pihaknya pun mendorong agar kearifan lokal dapat menjadi patokan dalam kebijakan ekonomi hijau yang dicanangkan.

“Tim peneliti akan memaparkan hasil temuan ekonomi hijau. Ya ini bisa dijadikan rekomendasi kebijakan, semoga tidak hanya bermanfaat secara akademis saja, tapi juga kepada masyarakat secara keseluruhan,” tuturnya.

Dalam diseminasi hasil riset kajian kualitatif BPS dan BRIN, proyeksi penduduk Indonesia memperlihatkan Indonesia akan masuk dalam populasi penduduk menua alias aging serta mobilitas penduduk yang semakin tinggi. Nah, dalam ekonomi hijau, sangat penting untuk dapat menghasilkan produk serta penerapan teknologi yang ramah lingkungan.

Khusus untuk regional Sulawesi, peneliti BRIN Triyono memaparkan biogas babi telah diterapkan sebagai praktik ekonomi hijau di Desa Tumaluntung, Provinsi Sulawesi Utara. Peneliti BRIN lainnya, Pandu Prayoga, memaparkan perihal bank sampah di Sulawesi Selatan yang memberi dampak sosial yang positif, seperti interaksi warga semakin terjalin dan perubahan paradigma masyarakat tentang sampah.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait