TAKALAR – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyampaikan keprihatinan dan simpati kepada masyarakat yang terdampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji bersubsidi di sejumlah wilayah Kabupaten Takalar.
Daeng Manye mengaku memahami keresahan masyarakat yang harus menghadapi antrean panjang dan kesulitan mendapatkan BBM maupun LPG untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, BBM dan LPG merupakan kebutuhan penting masyarakat, baik untuk keperluan rumah tangga, pelaku usaha kecil, maupun aktivitas ekonomi lainnya.
“Saya memahami keresahan masyarakat. Pemerintah daerah tentu tidak ingin masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar seperti BBM dan gas elpiji,” ujar Daeng Manye, Jumat, 11 September.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui penyebab kelangkaan sekaligus memastikan distribusi BBM dan LPG bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.
Daeng Manye juga meminta OPD terkait bersama aparat keamanan melakukan pemantauan di lapangan, termasuk di pangkalan LPG dan SPBU.
“Yang paling penting masyarakat tidak boleh dirugikan. Kita akan cek dan koordinasikan dengan pihak-pihak terkait agar persoalan ini segera ditemukan solusinya,” tegasnya.


