Dampak Teror di New Zealand, Masyarakat Muslim Trauma

judul gambar

MANIFESTO.com, DUNEDIN — Penembakan di dua masjid di New Zealand yang menewaskan 50 jamaah berdampak kuat. Bahkan, masyarakat muslim sangat trauma dengan aksi teror itu.

Pelajar Muslim di kota Dunedin, New Zeland mayoritas tidak datang ke sekolah kemarin. Kalaupun bersekolah, para siswa menanggalkan hijab mereka.

Bacaan Lainnya

Seperti dilansir New Zealand Herald, anak-anak perempuan bersekolah tanpa mengenakan jilbab tradisionalnya. Mereka takut diidentifikasi sebagai Muslim.

Kepala sekolah Brockville Tania McDonald mengatakan sekolahnya memiliki 28 murid Muslim. Banyak dari mereka adalah pengungsi Suriah. Pascapenembakan, hanya sepertiga yang muncul untuk kelas.

“Anak-anak sangat ketakutan, sangat takut, sangat khawatir dan sangat sedih. Beberapa dari mereka mengenal korban secara langsung, jadi itu sedikit mempengaruhi mereka,” kata McDonald.

McDonald mengatakan, para siswa datang ke sekolah tapi tidak semua. Ia memperkirakan hanya sepertiga yang hadir.

“Salah satu dari mereka tidak mengenakan jilbabnya. Dia hanya ingin menjadi seperti orang lain, yang sangat menyedihkan. Tetapi kami telah mendorongnya untuk kembali ke sekolah dengan jilbabnya besok,” katanya dikutip dari Republika.co.id.

Untuk memberikan dukungan kepada para murid, dia mengatakan sekolah telah melakukan kontak dengan dukungan korban Palang Merah dan seorang pekerja sosial sekarang berada di sekolah bekerja dengan murid-murid. Pertemuan khusus diadakan kemarin pagi, di mana lagu kebangsaan dinyanyikan dan situasinya diakui.

“Kami juga menekankan bahwa saat ini, kami harus baik terhadap satu sama lain,” katanya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait