Deretan Bupati Potensial Gantikan NH Pimpin Golkar Sulsel  

  • Whatsapp
Ketua DPP Partai Golkar Airlanga Hartarto bersama Nurdin Halid. (Int)
Ketua DPP Partai Golkar Airlanga Hartarto bersama Nurdin Halid. (Int)

MANIFESTO, MAKASSAR – Sejumlah Bupati di Sulsel berpotensi memimpin Partai Golkar Sulsel pasca Nurdin Halid ditarik untuk focus menangani pemenangan dan saksi partai di DPP.

Bupati yang dinilai memiliki kapasitas dan berpotensi menggantikan NH di antaranya, Wali Kota Parepare Taufan Pawe, kemudian Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi dan Bupati Pangkep Syamsuddin Andi Hamid, Bupati Luwu Timur Muh Thoriq Husler, dan Bupati Selayar Muhammad Basli Ali.

Bacaan Lainnya

Mereka adalah ketua DPD II di daerahnya masing- masing. Selain nama bupati di atas, aa juga nama Ketua DPD II Golkar Makassar Farouk M Beta, Ketua DPD II Golkar Bulukumba Andi Hamzah Pangki, Anggota DPR RI Supriansa Mannahawu, Hamka B Kadi, serta Andi Rio Padjalangi.

“Saya kira banyak kepala daerah di Sulsel yang berpotensi menggantikan NH jika beliau ditarik ke DPP,” kata pengamat politik Universitas Indonesia Timur Azhar Al Jaurida kepada Manifesto, Selasa 10 Maret 2020.

Namun sejauh ini, belum diketahui jadwal pelaksnaan Musda DPD I Golkar Sulsel. Wakil Ketua DPD I Sulsel Partai Golkar M Risman Pasigai menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan komunikasi intens terkait pelaksanaannya. “Belum ada jadwal pasti, kita lagi konsultasikan jadwalnya dulu ke DPP,” kata Risman.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan tugas khusus ke Plt Ketua DPD Golkar Sulsel Nurdin Halid untuk fokus menjadi Waketum Pemenangan Pemilu dan Saksi Partai. Penegasan itu disampaikan Airlangga saat berada di Makassar beberapa waktu lalu. Menko Perekonomian itu, menganggap Sulsel terlalu kecil untuk diurus oleh seorang Nurdin Halid.

“Pak NH (Nurdin Halid) posisinya sekarang wakil ketua umum. Tentunya akan berkonsentrasi di pusat untuk pemenangan partai ke depan. Ini bukan soal dukung-mendukung, ini soal penugasan, (pengganti) nanti diatur di Musda,” kata Airlangga.

Editor: Azhar

Pos terkait