Diperiksa Terkait Politik Uang, Danny Pomanto Dicecar 17 Pertanyaan

  • Whatsapp
Pasangan Moh Ramdhan Pomanto- Fatmawati Rusdi. (Int)
Pasangan Moh Ramdhan Pomanto- Fatmawati Rusdi. (Int)

MANIFESTO, MAKASSAR– Kasus politik uang yang disangkakan kepada kandidat Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto kini bergulir di meja kepolisian.

Danny, sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto pun memenuhi panggilan polisi soal dugaan politik uang di Pilwali Makassar. Ia dicecar 17 pertanyaan oleh polisi terkait dugaan politik uang.

Bacaan Lainnya

“Hari ini memang benar Pak Danny Pomanto sebagai salah satu pasangan calon di Pilwalkot Makassar itu dipanggil oleh pihak kepolisian,” ujar Kuasa Hukum Danny Pomanto Ahmad Riyanto dalam ketarangannya kepada wartawan di Makassar, Senin 19 Oktober 2020.

Ahmad mengungkapkan, Danny diperiksa polisi terkait video yang beredar soal dugaan bagi-bagi sembako. “Terkait dengan persoalan materi pemanggilan Danny Pomanto, itu mengenai tentang adanya indikasi video penurunan penurunan beras sembako yang kita tidak tahu apa isinya,” katanya.

“Nanti setelah di ruang pemeriksaan tadi kita perlihatkan, itu kemudian yang diturunkan dari sebuah kendaraan kemudian masuk ke dalam satu rumah yang di situ ada ukuran spanduk yang berukuran 3×1 yang bertuliskan paslon,” lajutnya.

Terkait isi video yang beredar, Ahmad menegaskan jika spanduk yang ada di dalam video bukan spanduk resmi tim pemenangan Danny-Fatma. Pihaknya juga tidak mengetahui siapa yang membuat spanduk itu.

“Kami tegaskan bahwa itu adalah bukan spanduk resmi yang kami buat, tapi itu mungkin entah siapa yang buat,” tegasnya.

Ahmad juga mengungkapkan, Danny ditanya polisi soal dugaan politik uang dari video yang dilaporkan tersebut.

“Pak Danny itu dipanggil terkait ini, dia (ditanya) ada 17 pertanyaan yang kemudian diajukan di pemeriksaan tadi,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar melimpahkan kasus dugaan tindakan pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan pasangan calon Moch Rhamdan (Danny) Pomanto-Fatmawati Rusdi ke Poltabes Makassar. Pelimpahan tersebut dilakukan setelah Bawaslu meningkatkan status kasus itu ke tahap penyidikan.

“Tadi malam sudah naik ke tahap sidik. Tadi malam pemeriksaan kedua semua naik ke tahap sidik. Kan begitu tahapannya,” kata Komisioner Bawaslu Kota Makassar, Zulfikarnaen, di Makassar, Selasa 13 Oktober 2020.

Editor: Azhar

  • Whatsapp