Ditangkap Bersama Nurdin Abdullah, Agung Sucipto Hanya Dituntut 2 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Agung Sucipto alias Anggu menjalani sidang perdana di PN Tipikor Makassar Selasa 18 Mei 2021. (Int)
Agung Sucipto alias Anggu menjalani sidang perdana di PN Tipikor Makassar Selasa 18 Mei 2021. (Int)

MANIFESTO, MAKASSAR– pengusaha Agung Sucipto alias Anggu, hanya dituntut 2 tahun penjara oleh jaksa penuntut KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar, Selasa 13 Juli 2021.

Terdakwa pemberi suap kepada Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah itu diyakini telah menyuap mantan Bupati Bantaeng 150 ribu dolar Singapura (SGD) serta Rp 2,5 miliar untuk mendapatkan sejumlah proyek di Sulsel.

Bacaan Lainnya

“Kami penuntut umum menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Agung Sucipto dengan pidana penjara selama 2 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp 250 juta subsider pidana kurungan pengganti selama 6 bulan,” ujar Jaksa KPK Muhammad Asri Irwan.

Tuntutan jaksa KPK tersebut didasarkan pada dakwaan alternatif, yakni Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi. Dalam pertimbangan yuridisnya, jaksa menganggap terdakwa terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Dalam pembacaan tuntutannya, Jaksa KPK menganggap ada empat unsur dalam Pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, yakni unsur seorang perseorangan, memberi atau menjanjikan, diberikan ke penyelenggara negara, hingga unsur dengan maksud penyelenggara negara itu berbuat sesuatu dengan kewenangannya sebagai penyelenggara negara.

“Keempat unsur tersebut terpenuhi semua sehingga semua unsur delik terbukti pada diri Agung Sucipto,” beber Asri Irwan.

Masih dalam pertimbangan jaksa, Anggu disebut secara sadar mengamini memberi sejumlah uang suap, baik secara langsung kepada Nurdin Abdullah atau melalui Edy Rahmat selaku Sekdis PUTR Sulsel alias bawahan kepercayaan Nurdin Abdullah.

“Dan terdakwa memberikan uang sejumlah150 ribu Singapura dolar secara langsung kepada Nurdin Abdullah yang saat itu Nurdin Abdullah berjanji mengusahakan perusahaan terdakwa mendapat proyek,” ujar jaksa KPK lainnya, Andri Lesmana, di persidangan.

“Selain itu, Nurdin Abdullah mengatakan bahwa jika ingin memberikan sesuatu atau uang tentunya maka bisa melalui Edy Rahmat,” sambung jaksa Andri Lesmana.

Kemudian, jaksa juga menyebut terdakwa Anggu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memberikan suap Rp 2,5 miliar ke Nurdin Abdullah selaku penyelenggara negara yang penyerahan uang tersebut melalui perantara Edy Rahmat.

Anggu ditangkap bersama Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK Jumat 27 Februari 2021 lalu. Dalam kasus ini, Nurdin Abdullah baru akan menjalani persidangan dalam waktu dekat di PN Tipikor Makassar.

Editor: Azhar

Pos terkait