Dua Hari Buron, Pelaku Penculikan Anak di Takalar Diringkus

judul gambar

MANIFESTO.com, TAKALAR- Polres Takalar berhasil mengamankan terduga pelaku penculikan anak di bawah umur berinisial S (31) pada Rabu, 27 Februari 2019 yang lalu.

Pelaku diamankan di Jl. Barawaja II Kec. Tallo, Kota Makasaar, pada Kamis (28/2/2019) kemarin di sebuah tempat kos-kosan bersama dua orang korban yang berinisial DTP (15) dan NN (13).

Bacaan Lainnya

Pelaku berhasil diamankan setelah orangtua korban berinisial E melaporkan dugaan penculikan yang terjadi di BTN Griya Ifah, Desa Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara tersebut ke Polsek Galesong Utara.

Bermodalkan foto mobil yang digunakan pelaku, orangtua korban melaporkan kejadian tersebut, dan selanjutnya plat mobil tersebut dilacak oleh aparat tim gabungan resmob Polres Takalar yang di backup oleh tim resmob Polda Sulsel.

“Jadi orang tua korban datang melaporkan kejadian tersebut membawa sebuah foto mobil entah darimana asalnya foto tersebut, namun mobil itu diduga digunakan pelaku membawa kedua anak tersebut, dan setelah ditelusuri nomor plat dan posisi akhirnya ditemukan bahwa mobil tersebut berada di Jl. Barawaja, Kota Makassar sehingga tim bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap pelaku,” Jelas Kapolres Takalar Akbp Gany Alamsyah Hatta dalam press release yang diadakan di Mapolres Takalar, Jumat (1/3/2/2019) siang.

Dari pengakuan pelaku, Ia bersama korban selama ini akrab melalui chattingan via whatsapp. Korban sering curhat mengenai keluarganya kepada pelaku.

“Dia (korban) sering curhat ke saya, kenal di Whatsapp karena dia mantan pacarnya teman ku, dia sering curhat kalau sering diomeli sama orangtua nya,” Kata S.

Pelaku bekerja sebagai cleaning service yang tinggal di Jl. Barawaja tersebut membawa korban ke sebuah kos-kosan milik tetangganya menggunakan mobil sewa yang merupakan milik saudara iparnya sendiri.

Saat ini, pelaku diamankan di Mapolres Takalar untuk penyelidikan lebih lanjut, sementara korban masih dimintai keterangan terkait dugaan kasus penculikan tersebut.

Pelaku, dikenakan pasal 332 KUHP delik dan pengaduan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait