Dua Pedagang Asal Takalar Reaktif Saat Rapid Test Massal di Pasar Gowa

  • Whatsapp
Dinkes Gowa menggelar RDT (Rapid Diagnostic Test) di Pasar Sentral Sungguminasa. (Int)
Dinkes Gowa menggelar RDT (Rapid Diagnostic Test) di Pasar Sentral Sungguminasa. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, TAKALAR – Dua pedagang asal Takalar dinyatakan reaktif saat dilakukan rapid test di sejumlah pasar di Gowa dan Makassar beberapa hari lalu.

Satu pedagang diketahui beralamat di Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara. Satu lagi berdomisili di Tamanloe, Desa Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara.  

Bacaan Lainnya

“Kami sudah menerima laporan dari Dinkes Makassar dan Gowa bahwa ada dua warga Takalar yang reaktif saat dilakukan Rapid Diagnostic Test) massal di pasar Gowa dan Makassar,” kata Ketua Harian Gugus Covid 19 Takalar dr Rahmawati, Minggu 17 Mei 2020.

Untuk pasien di Lassang, Rahmawati mengatakan, Dinkes Gowa telah melakukan swab test usai mengetahui hasil RDT reaktif. Hasilnya, pedagang yang diketahui bernama Is, 57 tahun dinyatakan positif terjangkit penyakit mematikan itu.

“Warga dari Lassang diketahui reaktif saat rapid test massal di salah satu pasar di Gowa, terus dilanjutkan dengan swab dan hasilnya juga positif,” terang Rahmawati.

Untuk itu, Plt Kadis Kesehatan mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap pasien. Tim Gugus Covid 19 Takalar akan melakukan tracking terhadap warga yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif Senin 18 Mei 2020.

“Besok Senin, untuk pasien yang di Lassang akan dilakukan tracking terhadap kontak erat pasien ini dan pengecekan langsung terhadap pasien yang positif untuk penanganan selanjutnya,” ungkap Rahmawati.

Sementara, untuk warga Bontolebang yang juga reaktif saat RDT di Makassar baru akan menjalani swab test. Meski demikian, tim surveylance Gugus Covid 19 Takalar dan Aparat Desa Bontolebang saat ini  sudah melakukan kroscek langsung terhadap pasien.

“Untuk warga yang di Bontolebang baru akan kita lakukan pemeriksaan swab, besok (hari ini) kita lakukan swab terhadap pasien,” kata Rahmawati.

Editor: Azhar

Pos terkait