Dugaan Korupsi Tambang Pasir Laut Takalar, Istri Gazali Mahmud Nilai Kejati Sulsel Diskriminatif

Eks Kepala BPKD Takalar Gazali Mahmud diring ke Lapas Klas 1 Makassar usai ditetapkan sebagai tersangka kurupsi pada penambangan pasir laut di Galesong tahun 2020, Kamis 30 Maret 2023. (Ist)
Eks Kepala BPKD Takalar Gazali Mahmud diring ke Lapas Klas 1 Makassar usai ditetapkan sebagai tersangka kurupsi pada penambangan pasir laut di Galesong tahun 2020, Kamis 30 Maret 2023. (Is
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– Istri dan keluarga besar Gazali Mahmud mantan Kepala BPKD Takalar yang telah ditetapkan tersangka oleh Kejati Sulsel dalam dugaan tindak pidana korupsi pasir tambang laut di Takalar berang.

Mereka menilai tim penyidik Kejati Sulsel sangat diskriminatif dalam penetapan tersangka atas perkara tersebut. Pasalnya hanya suaminya yang sejauh ini ditetapkan tersangka dalam kasus yang merugikan negara miliyaran itu.

Bacaan Lainnya

”Masa hanya suami saya yang ditetapkan sebagai tersangka, padahal banyak mantan pejabat yang ikut bertandatangan di dokumen dan ikut menekan Gazali untuk bertanda dalam penetapan Surat Penetapan Pembayaran Pajak. Ini tidak adil dan sangat diskriminatif. Saya akan laporkan persoalan ini kepada Presiden dan Jaksa Agung,” tegas istri Gazali Mahmud Syarbiah, Jumat 28 April 2022.

Istri Gazali Mahmud Syarbiah. (Ist)
Istri Gazali Mahmud Syarbiah. (Ist)

Menurut istri Gazali Machmud, suaminya dituduh melakukan korupsi tambang pasir laut Takalar yang merugikan keuangan negara sebesar Rp7.061.343.713 dan dianggap melakukan persekongkolan jahat atas penetapan harga jual tambang pasir laut di Kabupaten Takalar tahun 2020. Pasir laut di daerah tersebut diduga dijual dengan harga Rp7.500 per kubik, lebih murah dari harga jual yang ditetapkan dalam peraturan yang ada yakni Rp10.000 per kubik.

“Kalau suami saya dituduh melakukan korupsi dan persekongkolan jahat, dengan siapa suami saya bersekongkol dan kenapa pihak pengusaha dan pejabat lain di Pemda Takalar tidak ditetapkan juga sebagai tersangka. Kan suami saya dianggap bersekongkol dan melakukan pemufakatan jahat. Dengan siapa melakukan pemufakatan jahat. Kejati harus adil dan menegakkan hukum dengan seadil adilnya dan jangan diskriminatif. Saya akan mencari keadilan kemanapun demi suami saya,” tegasnya.

Dalam perkara ini tersangka Gazali Machmud diduga telah memperkaya diri sendiri, sehingga diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo Pasal 65 KUHP.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait