Dulu Merugi, Kini BPR GMD Galesong Raup Untung Ratusan Juta

judul gambar

MANIFESTO.ID, TAKALAR- Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Gerbang Masa Depan (GMD) Galesong- Takalar dulu dikenal sebagai perusahaan daerah yang sulit berkembang.

Bahkan, perusahaan perbankan ini setiap tahun menderita kerugian dan hanya menjadi beban daerah. Bahkan, di akhir 2017, BPR menderita kerugian hingga Rp1.5 miliar.

Bacaan Lainnya

Namun, hanya butuh setahun BPR mampu menekan kerugian hingga di bawah setengah miliar di akhir 2018. Kini BPR GMD Galesong telah masuk kategori perusahaan sehat yang bisa diandalkan.

Perusahaan ini telah meraup laba ratusan juta di akhir tahun 2018 dan mampu menutup kerugian sebelumnya. Diprediksi keuntungan perusahaan akan mendekati angka setengah miliar di akhir tahun 2019.

Direktur Utama BPR GMD Galesong, Ahmad Idrus mengatakan, posisi neraca rugi tinggal Rp400 juta. Jika perusahaan ini meraup keuntungan minimal Rp400 juta di akhir tahun ini, maka di 2020 setiap keuntungan perusahaan sudah tercatat sebagai deviden yang akan disetor sebagai pendapatan daerah.

“Target untuk 2020 sudah bisa memasukkan deviden ke PAD, Insya Allah kita berusaha maksimal untuk mewujudkan itu, intinya progresnya sangat baik,” terang Ahmad, Senin 16 September 2019.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pun telah memberikan penilaian sebagai bank sehat. Penilaian OJK dan LPS berdasarkan profil rasio kesehatan perbankan.

“BPR GMD saat ini sudah sehat baik dari kaca mata OJK, LPS ataupun dari kaca mata perbankan pada umumnya, itu dilihat dari hasil pemeriksaan terakhir pihak OJK dan dilihat dari profil rasio kesehatan perbankan,” kata Ahmad.

Ia menjelaskan, peningkatan rasio kesehatan perbankan dari tidak sehat menjadi cukup sehat dilihat dari beberapa indikator OJK dan LSP. Di antaranya, bertumbuhnya asset perusahaan dari nilai rata rata Rp4 milyar di 2017 menjadi rata rata Rp7 Milyar di akhir 2018,
penurunan tingkat kredit macet (non perform loan).

“Meningkatnya dana pihak ketiga (tabungan dan deposito) masyarakat juga menjadi penilaian sehingga dapat dikatakan BPR GMD semakin bisa dipercaya oleh masyarakat khususnya dalam hal penempatan dana masyarakat pada bank,” kata Ahmad.

Di 2018, BPR GMD Galesong juga dimasukkan dalam 100 bank di Indonesia yang beraset kecil namun bertumbuh dengan baik.  “Majalah info bank the finance memasukkan BPR GMD dalam daftar 100 bank terbaik dengan kategori pertumbuhan yang baik meski asetnya masih terbilang kecil,” ungkap Ahmad.

Saat ini, BPR GMD telah menjalin beberapa kerja sama antara lembaga keuangan besar lainnya (bank) dan kerjasama bersama Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) lainnya yang berada di bawah naungan Pemkab Takalar dalam hal penempatan dan penyaluran dana masyarakat.

Editor: Azhar

 

 

judul gambarjudul gambar

Pos terkait