Enam Desa Terendam Banjir di Takalar, Bupati: BPBD, Satpol, dan Dinsos Siaga 24 Jam!

Petugas BPBD Takalar melakukan peninjaun ke lokasi banjir untuk melihat dampak banjir yang terjadi Selasa 22 Desember 2020 dini hari. (Ist)
Petugas BPBD Takalar melakukan peninjaun ke lokasi banjir untuk melihat dampak banjir yang terjadi Selasa 22 Desember 2020 dini hari. (Ist)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– Enam desa dan kelurahan di kecamatan Polongbangkeng Selatan, Takalar terendam banjir, Selasa 22 Desember dinihari. Banjir terjadi karena hujan yang terus mengguyur Takalar beberapa hari terakhir mengakibatkan sungai meluap.

Enam desa dan kelurahan yang terendam masing- masing desa Lantang, desa Mongcongkomba, kelurahan Patene, kelurahan Canrego, kelurahan Pabundukang, dan kelurahan Pappa. Air masuk ke rumah warga setinggi satu meter, bahkan rumah- rumah yang dekat dengan sungai terendam hingga dua meter.

Bacaan Lainnya

Tak ada korban jiwa, tetapi kerugian material cukup besar dalam peristiwa ini. Daerah ini hampir setiap tahun menjadi langganan banjir. Saat banjir, beberapa ruas jalan yang menjadi akses yang menghubungkan antar desa dan kelurahan di kecamatan Polongbangkeng Selatan terputus.

Bupati Takalar Syamsari Kitta pun segera menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol Pamong Praja, Dinas Sosial, dan camat untuk turun langsung ke lokasi banjir melakukan pendataan dan menyerahkan bantuan bagi warga membutuhkan. 

Bupati Takalar Syamsari Kitta saat menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, beberapa waktu lalu. (Ist)

“Kita sudah perintahkan kepada BPBD, Satpol, Dinsos, dan para camat untuk mendata korban banjir, selanjutnya kita akan bantu sesuai kebutuhan warga, untuk saat ini banjir terjadi di daerah Polsel tadi malam,” kata Syamsari, Selasa 22 Desember 2020.  

Ia pun mengimnau kepada camat dan lurah, BPBD, Satpol, dan Dinsos untuk siaga 24 jam selama curah hujan masih tinggi. Hujan lebat untuk daerah Takalar biasanya terjadi akhir tahun hingga pertengahan Januari.

”Saya minta semua siaga 24 jam, curah hujan dan angin kencang biasa terjadi di saat pergantian tahun, untuk itu semua pihak terkait harus siaga terus untuk memantau dan membantu warga jika ada bencana hingga pertengahan Januari, biasanya sih hingga Januari curah hujan tinggi,” kata Syamsari.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait