Harga Beras Melonjak di Pasar-Pasar Kota Makassar, Tembus Rp16 Ribu Per Kg

Harga besar melonjak pasca Pilpres di Makassar. (Int)
Harga besar melonjak pasca Pilpres di Makassar. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR- Harga beras di sejumlah pasar di Kota Makassar mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga beras ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Para pedagang dan pembeli pun mulai merasa terbebani dengan situasi ini.

Di Pasar Kalimbu atau Kerung-Kerung, misalnya, harga beras mengalami kenaikan signifikan. Untuk beras kualitas bawah, harganya mencapai Rp13.000 per kilogram, sementara untuk kualitas medium naik menjadi Rp15.000 per kilogram, dan kualitas super mencapai Rp17.000 per kilogram.

Bacaan Lainnya

Pasar Kampung Baru juga tidak luput dari lonjakan harga. Di sana, harga beras kualitas bawah mencapai Rp12.000 per kilogram, kualitas medium seharga Rp12.500 per kilogram, dan kualitas super Rp13.000 per kilogram.

Sementara di Pasar Maricaya, harga beras juga terus merangkak naik. Untuk kualitas bawah, harga mencapai Rp14.000 per kilogram, sedangkan kualitas medium dan super keduanya dijual seharga Rp15.000 per kilogram.

Pasar Panakukkang juga tidak ketinggalan dengan lonjakan harga beras. Harga beras kualitas bawah di pasar tersebut mencapai Rp13.000 per kilogram, sedangkan untuk kualitas medium dan super berturut-turut seharga Rp14.400 dan Rp15.200 per kilogram.

Pasar Sambung Jawa juga menunjukkan adanya kenaikan harga beras. Beras kualitas bawah naik sebesar 7,69% menjadi Rp13.000 per kilogram, sementara untuk beras kualitas medium mengalami kenaikan sebesar 10,00% menjadi Rp15.000 per kilogram. Selain itu, harga beras kualitas super juga mengalami kenaikan sebesar 9,38% menjadi Rp16.000 per kilogram.

Kenaikan harga beras ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Para pedagang dan pembeli pun mulai merasa terbebani dengan situasi ini, sementara pemerintah setempat diminta untuk mengambil langkah-langkah yang tepat guna mengendalikan lonjakan harga yang terus merajalela.

KPPU Makassar Intensifkan Pengawasan

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kota Makassar menuturkan terus memantau pergerakan harga beras yang terus naik menjelang masa panen. Kepala Bagian Administrasi Kantor Wilayah VI KPPU Makassar, Dahliana Tanur, menjelaskan bahwa mereka melakukan pengawasan harga dari tingkat petani dan produsennya terlebih dahulu.

“Kami melakukan pengawasan harga dari petani dan produsennya dulu,” ujar Dahliana Tanur.

Dalam menghadapi melonjaknya harga beras, Dahliana menyatakan bahwa KPPU akan melakukan pendalaman untuk memastikan bahwa harga tidak dimanipulasi oleh para pelaku usaha. Pendalaman ini dilakukan dengan fokus pada tingkat petani dan produsen untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan harga beras.

“Dari sini (pendalaman) kami akan melakukan tindakan sesuai kewenangan,” tandas Dahliana.

Dahliana menekankan pentingnya agar para pengusaha tidak melakukan praktik bermain harga di pasaran. Pasalnya, beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

“Saya berharapnya sih harga beras yang ada di pasaran saat ini bukan karena ada yang sedang bermain harga,” tuturnya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait