Hebat! Menteri Prancis Mundur Setelah Diketahui Hidup Mewah

judul gambar

MANIFESTO.com, JAKARTA– Menteri Lingkungan Hidup Prancis mundur setelah ketahuan publik makan lobster mahal dengan uang negara. François de Rugy mundur pada Selasa kemarin setelah dikecam karena makan malam mewahnya.

Bacaan Lainnya

Temuan ini semakin melemahkan dukungan politik Presiden Emmanuel Macron yang disebut khalayak sebagai “Presiden Orang Kaya.”

Macron telah berjuang memperbaiki citranya selama enam bulan protes Rompi Kuning. Namun penyematan Presiden Orang Kaya tak hilang meski dia berupaya membuat dirinya lebih rendah hati atau bijaksana setelah kerusuhan.

François de Rugy, yang berada di urutan keempat dalam hirarki pemerintahan, dibantu istrinya Severine, mengklarifikasi bahwa dialah yang mengatur makan malam untuk suaminya.

Dan pembelaan de Rugy dilemahkan oleh foto dirinya yang tersenyum di depan sebotol Mouton-Rothschild 2004, bernilai sekitar US$ 560, dan tidak persis seperti apa yang oleh sebagian besar orang Prancis disebut gro rouge, anggur meja biasa.

Makanan adalah salah satu simbol utama kelas dan hak istimewa di Prancis.

“Majelis Nasional memiliki gudang anggur yang cukup besar,” istri de Rugy menjelaskan kepada Mediapart.

Rompi Kuning yang marah kembali turun ke jalan pada Minggu, berdemonstrasi di Champs-Élysées selama perayaan Hari Bastille dan berteriak, “Kami ingin lobster, sampanye dan kaviar.”

De Rugy mengecam Mediapart atas pengungkapan ini. Macron sendiri dikenal tidak menyukai situs web tersebut.

Sampai Senin, Macron tampak membela menterinya dengan menyatakan, “Saya tidak membuat keputusan berdasarkan laporan ini, tetapi berdasarkan fakta, kalau tidak kita akan berubah menjadi Republic of Denunciation (Republik Penyangkalan).”

Dalam nada yang sama, setahun yang lalu Macron menolak selama berminggu-minggu menanggapi apa yang terbukti sebagai salah satu skandal paling buruk dalam kepresidenannya: Salah satu penjaga keamanan pribadinya, Alexandre Benalla, tertangkap kamera memukul seorang pemrotes selama demonstrasi. Macron awalnya menampik laporan ini, tetapi respons Presiden yang ragu semakin dikritik.

Selama akhir pekan, ketidakpuasan dalam gerakan politik presiden atas skandal Menteri de Rugy tumbuh dengan mantap, dengan beberapa anggota parlemen Prancis menyatakan kekhawatiran tentang efek negatif yang ditimbulkannya kepada mereka dan Emmanuel Macron.

Sumber: Tempo

judul gambarjudul gambar

Pos terkait