Hebat! Sandiaga Uno Raih Gelar Doktor di UPH

Sandiaga Uno berhasil meraih gelar doktor dengan IPK 4,0 di Universitas Pelita Harapan, Sabtu 3 Oktober 2020. (Int)
Sandiaga Uno berhasil meraih gelar doktor dengan IPK 4,0 di Universitas Pelita Harapan, Sabtu 3 Oktober 2020. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, JAKARTA– Matan Calon Wakil Presiden Sandiga Uno kini resmi menyandang gelar doktor di bidang ilmu manajemen usai menjalankan sidang terbuka disertasi di Universitas Pelita Harapan (UPH) pada hari ini, Sabtu 3 Oktober 2020.

Di depan tim penguji, Sandiaga berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘The Effect of Entrepreneurial Values and Entrepreneurial Orientation on the Financial Performance and Their Impacts on Future Intention: An Empirical Evidence from Indonesia State – Owned Enterprises‘.

Bacaan Lainnya

Dalam disertasinya, Sandiaga meneliti tentang pengaruh nilai kewirausahaan (Entrepreneurial Values) dan orientasi kewirausahaan (Entrepreneurial Orientation) yang dimiliki para pemimpin perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap kinerja keuangan perseroan dan dampaknya di masa depan.Sederhananya, Sandi meneliti tentang pengaruh nilai-nilai kepemimpinan yang dimiliki oleh bos-bos BUMN terhadap kinerja perseroan. Menariknya, hasil temuan dari disertasi Sandiaga menunjukkan bahwa nilai kewirausahaan yang dimiliki para pemimpin BUMN tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja finansial sebuah perusahaan BUMN.

“Nilai EV sangat rendah. EV sebetulnya adalah nilai dasar untuk membentuk inovasi, keberanian mengambil risiko dan juga sikap proaktif terus bergerak untuk mencari solusi,” ungkap Sandiaga dalam sidang terbuka disertasinya itu.

Salah satu bentuk dari nilai kewirausahaan adalah kemampuan pengarahan diri (self direction). Sandiaga menemukan bahwa tingkat self direction dari bos-bos BUMN sangat rendah, hanya mencapai angka 42 persen.

Menurut Sandiaga ada banyak faktor yang menyebabkan self direction dari para petinggi BUMN sangat rendah. Mulai dari sikap pasif dari pemimpin itu sendiri hingga regulasi rumit dari atasannya atau Kementerian BUMN.

“Contohnya sesederhana seperti (sikap) menunggu arahan, belum ada WA dari atasan, belum ada kebijakan dari kementerian. Kedua, regulasi yang mengekang para CEO BUMN mengakibatkan mereka khawatir mengambil inovasi. Kalau sukses enggak dihargai, kalau gagal dipecat dan kemungkinan dituntut secara hukum. Itu yang ada dibalik rendahnya EV khususnya self direction,” ujar Sandiaga.

Rendahnya self direction ini juga bisa diakibatkan karena proses pemilihan pimpinan BUMN yang keliru. Untuk itu Sandiaga menyarankan agar ke depannya cara penunjukan atau pemilihan bos BUMN bisa dikoreksi. Menurutnya bos BUMN harus fokus pada penciptaan inovasi dan self direction.

Hasil penelitian disertasi Sandiaga ini juga ternyata berbanding lurus dengan motto yang selama ini diusung Menteri BUMN Erick Thohir. Selama ink Erick selalu menekankan bahwa pemimpin BUMN harus mempunyai akhlak yang baik.

“Meminjam istilah Menteri BUMN Erick Thohir, betul bahwa untuk memilih pimpinan di BUMN diperlukan akhlak, loyalitas dan team work. Itu adalah EV yang disupport dalam studi ini,” ujarnya.

Atas disertasinya tersebut, Sandiaga berhak meraih gelar doktor ilmu manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pelita Harapan dengan predikat cumlaude. Sandiaga menjadi doktor ketujuh yang lulus dari almamater tersebut.

Sumber: Kumparan

judul gambarjudul gambar

Pos terkait