Ini Alasan Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Lebih Cepat

judul gambar

MANIFESTO.com, LOMBOK- Jalur pendakian Gunung Rinjani dibuka April mendatang.
Pembukaan pendakian ini lebih cepat dari rencana awalnya.

Beberapa jalur pendakian juga masih rusak. Kenapa demikian dan apa alasannya?

Bacaan Lainnya

Kembali ke bulan Oktober 2018, Gunung Rinjani di Pulau Lombok, NTB masih ditutup bagi pendaki karena gempa. Dalam kondisi normal kembali, pembukaan jalurnya diperkirakan hingga tahun 2020.

“Ini tidak boleh terlalu lama ditutup karena menyangkut urusan perut,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sudiyono dikutip detikcom.

Menurut data terbaru, ribuan orang bergantung pada Gunung Rinjani. Destinasi ini masih jadi pilar utama dalam dunia wisata Pulau Lombok.

“Pelaku wisata sudah didata, yang boleh naik nanti yang punya kartu anggota. Jumlahnya 1400 guide dan porter, lalu TO (travel operator) 90. Semua harus berizin dengan kita dan mereka juga akan punya forum yang akan kita bentuk di Kota Mataram,” jelas Sudiyono.

Pendakian Gunung Rinjani memang menjadi wisata utama di sana. Pendakian biasa menghabiskan waktu selama 2 malam 3 hari dan ada pula wisatawan yang datang dalam jangka waktu pendek biasanya di luar jalur pendakian, yakni ke air terjun.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait