Ini Tips Bagi Caleg Agar Tak Stres Pasca Pileg

judul gambar

MANIFESTO.com, JAKARTA – Pemilihan legislatif tinggal sembilan hari lagi. Bagi caleg yang beruntung akan merubah status sebagai anggota dewan yang terhormat.

Namun, bagi caleg yang gagal tentu akan kembali kepada aktivitas lama. Tak sedikit caleg yang bisa menerima begitu saja hasil pemilihan dengan lapang dada.

Bacaan Lainnya

Para calon legislatif (caleg) tidak jarang merasa stres menjelang Pemilu ini karena sudah jor-joran menggelontorkan materi untuk kebutuhan kampanyenya. Apalagi kalau sampai tidak terpilih, stres hingga depresi pun bisa terjadi.

Namun, dokter yang juga caleg dari partai Golongan Karya (Golkar), dr Dewi Ema Anindia mempunyai saran untuk caleg lainnya agar tetap berlapang dada apapun hasilnya nanti.

“Lebih baik kalau mau jadi caleg harusnya jangan buat nyari pendapatan, kalau kalah ya stres nggak ada penghasilan lagi. Masyarakat juga sudah pintar milihnya yang emang punya pekerjaan,” sarannya dikutip dari Detik.com, Senin 8 April 2019.

Ia menegaskan, caleg yang memiliki penghasilan meski tak terpilih akan lebih siap legowo. Namun, bagi caleg yang menggantungkan harapannya secara berlebihan, tetapi gagal akan sulit move on.

“Kalau di Amerika orang yang mapan yang bisa mencalonkan diri, punya penghasilan, punya sesuatu yang menarik untuk disampaikan ke pemerintah,” lanjutnya.

Pakar kesehatan jiwa sekaligus staf pengajar Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana (FK Ukrida), dr Andri, SpKJ, FACLP pun menyarankan semua caleg untuk lebih legowo (lapang dada) dan menyadari bahwa ladang untuk mengabdi pada masyarakat bukan hanya dengan menjadi anggota legislatif.

“Kalau dia jadi stres atau gejala depresi karena dia kehilangan harapan dan apa yang dia inginkan, padahal di luar sana banyak tempat mengabdi,” tutupnya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait