Inspektorat Periksa Kondisi Mobdis Eks Pimpinan DPRD Takalar

judul gambar

MANIFESTO.com, TAKALAR- Inspektorat dan Badan Pengelola Keuangan dam Aset Daerah Takalar mulai mengecek kualitas mobil dinas yang digunakan oleh pimpinan DPRD Takalar periode 2014- 2019.

Inspektorat dan Bagian Aset Pemkab mengecek kondisi kendaraan dinas yang selama ini digunakan eks Ketua DPRD Takalar Jabir Bonto. Politisi Partai Golkar itu telah mengembalikan mobdis dengan pelat DD 3 C.

Bacaan Lainnya

“Jadi kita sudah cek kondisi mobdis yang digunakan mantan Ketua DPRD, ini bagian dari prosedural untuk melihat kelayakan untuk digunakan kembali,” kata Sekretaris Inspektorat Syariful didampingi Kabid Aset DPKAD Edi Badang kepada wartawan, Selasa 3 September 2019.

Syariful mengatakan, meski pihaknya menemukan beberapa bagian yang berganti, tetapi secara keseluruhan mobdis masih layak digunakan. Hanya saja, dia tidak menyebutkan bagian- bagian yang kendaraan yang tak lagi orisinil itu.

“Ada yang berubah dari aslinya, tapi secara umum masih bagus,” ungkap Syariful.

Edi Badang menambahkan, pihaknya masih menunggu niat baik eks pimpinan dewan untuk mengembalikan mobdis yang lima tahun terakhir digunakan.

“Kita tunggu mobdis yang lain dikembalikan, selanjutnya kita akan cek juga kondisinya,” kata Edi.

Sejauh ini, baru Jabir Bonto, eks pimpinan DPRD Takalar yang mengembalikan mobdis. Hanya saja, Jabir Bonto masih harus mengembalikan satu lagi mobdis yang selama ini digunakan dengan status pinjam pakai.

Mereka yang belum mengembalikan yakni, mantan Wakil Ketua DPRD Hairil Anwar, mantan Wakil Ketua DPRD Muhammad Idris Leo, dan  mantan Ketua Bamus Hasbullah Bali.

“Jadi masih ada mantan pimpinan dewan yang belum kembalikan mobil dinas,” kata Kabag Umum DPRD Takalar Hj Hasiah kepada wartawan, Senin 2 September 2019.

Ia pun mengharapkan agar eks anggota dewan dan yang masih berstatus legislator untuk segera mengembalikan kendaraan yang lima tahun dikuasai itu. Pasalnya, Pemkab akan melakukan audit aset sebelum digunakan kembali.

“Jadi kendaraan itu harus dikembalikan secepatnya, ini penting untuk audit aset, bagaimana kondisinya, apakah masih layak digunakan atau bagaimana?” ujar Hasiah.

Jika pimpinan dewan yang baru ingin menggunakannya lagi, maka Sekwan DPRD Takalar harus bersurat kembali ke Pemkab untuk digunakan lagi. Jika masih layak digunakan, maka kendaraan mewah itu bisa digunakan pimpinan dewan yang baru.

“Jadi untuk digunakan kembali ada prosedural yang harus dilewati,” kata Hasiah.

Hasiah merinci kendaraan yang belum dikembalikan yakni, mobdis dengan DD.150 C yang digunakan Jabir Bonto, DD.8 C yang dipakai Idris Leo, DD.7 C digunakan Hairil Anwar, dan DD.66 C yang digunakan Hasbullah Bali.

Editor: Azhar

 

judul gambarjudul gambar

Pos terkait