JK Minta Tarif Tiket Pesawat Dikaji Lebih Bijak

judul gambar

MANIFESTO.com, Jakarta – Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) meminta kepada maskapai agar dikaji lebih bijak terkait harga tiket pesawat yang mahal.

Dia menilai, harga tiket mahal ,penumpang pun akan berkurang. Akan tetapi, jika murah, perusahaan juga akan mati.

Bacaan Lainnya

“Jadi saya yakin perusahaan penerbangan itu tidak ingin naik, naik terlalu tinggi, karena kalau naik lagi penumpang turun, tapi kalau terlalu rendah, kembali ke perspektif itu, dia bisa mati juga. kalau mati kita naik apa nanti,” kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (7/5/2019).

Dia menuturkan, ada beberapa maskapai yang bangkrut lantaran tidak kuat bersaing. Hal tersebut terjadi sekitar 20 tahun dan terdapat 10 perusahaan yang tumbang.

“Memang selama ini banyak tiket pesawat memang sangat murah dibanding seharusnya. Dalam waktu kurang lebih 20 tahun, kira-kira ada 10 perusahaan penerbangan tumbang, entah itu Mandala, Sempati, Batavia, Adam Air, Indonesia Air,Merpati. Hampir 10 itu. Semuanya tidak kuat bersaing,” kata JK.

JK juga mengatakan, kenaikan tarif tiket pesawat tersebut juga mempengaruhi pariwisata. Oleh karena itu, beberapa pihak perlu mengkaji terkait hal tersebut.

“Ya pasti saja ada, ada masalah seperti hotel-hotel ada, tapi kalau mereka tidak hidup bagaimana, jadi harus dipahami juga,” ungkap JK. (*)

*Sumber : Internet

judul gambarjudul gambar

Pos terkait