Jokowi- Ma’ruf Menang Versi Quick Count, Mega Menangis

judul gambar

MANIFESTO.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tak mampu menahan haru setelah menerima kabar kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin melalui hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Mega meneteskan air mata di tengah euforia kemenangan dalam Pemilihan Umum 2019.

Bacaan Lainnya

Kedua mata Megawati mulai meneteskan air mata saat Presiden Joko Widodo memulai konferensi pers. Dia pun tak mampu menahan isak tangis ketika Jokowi menyalami para pimpinan partai pendukung, termasuk Mega.

Reaksi haru ini memancing respons sejumlah pimpinan partai lainnya. Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, yang sempat menunjuk wajah Megawati, menanyakan alasan Mega menangis. Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartato, sempat melontarkan guyonan sembari menggoda Megawati yang sesekali berusaha menghapus air mata dari wajahnya.

Kalimat itu direspons pelukan dari Airlangga kepada pimpinan partai berlambang kepala banteng moncong putih tersebut.

Berbeda dengan Megawati, pimpinan partai politik lainnya lebih banyak mengumbar senyum dan tawa menyambut kabar kemenangan pasangan Jokowi-Maruf. Sebelum konferensi pers, mereka bahkan melontarkan banyak guyonan saat berada di meja bundar, ruang pemantauan hasil pilpres 2019. Sembilan pimpinan partai bersama Jokowi dan Ma’ruf tampak beberapa kali tertawa.

Pimpinan partai politik pendukung dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf memang memutuskan untuk menunda perayaan kemenangan mereka hingga ada penetapan hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum. Sikap bersama ini juga telah diutarakan Jokowi dalam konferensi pers yang dilakukan seusai calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengklaim kemenangan dan menyebutkan terjadi sejumlah kecurangan dalam proses pemungutan suara.

“Kami bersabar menunggu perhitungan suara resmi KPU. Marilah kita kembali bersatu sebagai saudara sebangsa se-Tanah Air setelah pileg dan pilpres,” kata Jokowi dikutip dari Tempo.

Seluruh pimpinan partai dan TKN kemudian mengakhiri euforia kemenangan tersebut dengan meninggalkan Djakarta Theater, sekitar pukul 17.30 WIB.

Meski demikian, Koordinator Media TKN, Monang Sinaga, mengatakan Ma’ruf bersama keluarga dan kerabatnya menggelar pengajian secara sederhana di kediamannya. Dia mengklaim, pengajian ini bukan perayaan kemenangan. Menurut dia, pengajian ini lebih sebagai ungkapan syukur Pemilu 2019 berjalan dengan lancar dan aman.

“Abah (Ma’ruf) sudah menjelaskan tak ada perayaan,” kata Monang.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait