Kabar Gembira, Pendakian Gunung Rinjani Segera Dibuka

judul gambar

MANIFESTO.com, LOMBOK – Bagi para pendaki,  menaklukkan Gunung Rinjani adalah sebuah kebanggaan.

Selain merupakan salah satu gunung tertinggi di Indonesia, pesona yang dimiliki oleh Gunung Rinjani memang tidak terkalahkan.

Bacaan Lainnya

Namun sayangnya, Gunung Rinjani masih ditutup pasca rentetan gempa bumi yang melanda pulau Lombok pada Juli hingga sepanjang Agustus 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat, Lalu Moh Faozal, mengatakan rencana pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani akan dievaluasi setelah Lebaran.

“Seusai Lebaran ini kami akan rapat evaluasi bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR),” ujarnya Faozal, seperti yang dikutip dari CNN, Senin 10 juni 2019.

Ia menjelaskan jika nanti rapat evaluasi jalur pendakian Gunung Rinjani dibuka kembali, kemungkinkan hanya untuk dua jalur, yakni Sembalun di Kabupaten Lombok Timur dan jalur Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.

“Kalau jalur Senaru di Kabupaten Lombok Utara masih tunggu evaluasi dari survei,” ujarnya.

Faozal berharap jalur pendakian Gunung Rinjani sudah bisa dibuka seusai lebaran.

Sebelumnya, pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) juga telah memiliki rencana membuka jalur pendakian Gunung Rinjani.

Kepala BTNGR, Sudiyono, menyebutkan empat jalur pendakian tradisional yang akan dibuka adalah Sembalun dan Timbanuh, di Kabupaten Lombok Timur, Senaru di Kabupaten Lombok Utara, dan Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.

Jalur pendakian Sembalun sudah disurvei oleh tim gabungan pada Maret 2018, sedangkan jalur pendakian Senaru disurvei pada 30 April hingga 3 Mei 2019.

Sebanyak 19 tim gabungan melakukan pendakian Gunung Rinjani melalui jalur Senaru. Mereka terdiri atas personel BTNGR, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisia, TNI-Polri, perusahaan jasa pendakian (TO), pemandu wisata gunung (guide – porter).

Sementara jalur pendakian Timbanuh dan Aik Berik, masih akan disurvei lagi meskipun kondisinya relatif aman dilalui dibandingkan jalur Sembalun dan Senaru.

Hal itu penting dilakukan karena beberapa waktu lalu terjadi cuaca buruk yang berpotensi menyebabkan longsor dan pohon tumbang di sepanjang jalur pendakian Timbanuh dan Aik Berik.

Ia menambahkan hasil survei akan menjadi dasar membuat rambu-rambu di sepanjang jalur pendakian agar pendaki berhati-hati.

“Kami memasang rambu-rambu mana lokasi yang harus pendaki berjalan lambat, mana lokasi yang harus dilalui dengan kecepatan sedang dan mana daerah aman untuk berkemah,” ucap Sudiyono.

Ia mengatakan kepastian pembukaan jalur pendakian menunggu izin dari Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Meskipun akan dibuka, Sudiyono melanjutkan, aktivitas pendakian masih terbatas karena hanya sampai Pelawangan dan belum direkomendasikan hingga ke Danau Segara Anak. Sebab jalur ke sana masih belum aman dan berbahaya bagi keselamatan jiwa manusia.

“Jalur pendakian relatif sudah aman hingga Pelawangan, tapi masih perlu ada perbaikan kerusakan akibat gempa bumi beberapa waktu lalu,” katanya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait