Kabar Gembira, Penyakit HIV AIDS Kini Dapat Disembuhkan

judul gambar

MANIFESTO.com, LONDON — Penyakit HIV AIDS yang selama ini dikenal mematikan kini sudah dapat disembuhkan. Meski demikian, pengobatan dengan cara ini terbilang berbahaya dan tak sedikit yang gagal.

Seorang laki-laki asal London sembuh dari AIDS setelah menjalani transplantasi sel induk. Para dokter melaporkan laki-laki tersebut menjadi pasien kedua yang sukses menjalani transplantasi setelah ‘pasien Berlin’.

Bacaan Lainnya

Timothy Ray Brown pasien asal Amerika Serikat (AS) yang dirawat di Jerman bebas dari virus HIV setelah menjalani tranplantasi sel induk 12 tahun yang lalu. Sampai saat ini Brown satu-satunya orang yang diidentifikasi dinyatakan sembuh setelah terinfeksi HIV virus yang menyebabkan AIDS.

Transplantasi ini sangat berbahaya dan kerap gagal saat diterapkan ke pasien lain. Metode tersebut juga tidak praktis untuk menyembuhkan jutaan orang yang saat ini terinfeksi HIV.

“Kasus terbaru ini menunjukan perawatan Timothy Brown bukan kebetulan dan dapat dilakukan kembali,” kata Dokter dari Fred Hutchinson Cancer Research Center, Keith Jerome dikutip dari Republika.com, Selasa (5/3).

Ia menambahkan, metode itu bisa mengarah pada pendekatan yang lebih sederhana yang dapat digunakan secara lebih luas. Kasus ini dipublikasikan jurnal Nature di situs mereka dan akan dipresentasikan di konferensi HIV di Seattle, AS.

Pasien kedua yang sembuh dari AIDS ini belum diidentifikasi. Ia didiagnosa HIV pada 2003 dan mulai meminum obat untuk mengontrol infeksinya pada 2012. Belum ketahui mengapa begitu lama ia akhirnya minum obat.

Pada tahun tersebut ia menderita kelenjar getah bening. Laki-laki tersebut setuju menjalani transplantasi sel induk untuk mengobati kankernya pada 2016.

Dengan donor yang tepat, dokter menemukan pasien asal London tersebut tidak hanya mengobati kanker. Tapi kemungkinan juga HIV yang ia derita.

Dokter menemukan donor yang memiliki mutasi gen yang memberikan resistensi alami terhadap HIV.

Sekitar 1 persen populasi Eropa utara mewarisi gen dari kedua orang tuanya yang kebal terhadap sebagian besar HIV. Donor tersebut memiliki salinan ganda mutasi gen itu. “Itu peristiwa yang mustahil, karena itu hal ini belum sering diteliti,” kata peneliti dari University College London, Ravindra Gupta.

Transplantasi itu mengubah sistem kekebalan tubuh pasien dari London. Ia mendapatkan mutasi gen dan rensistensi terhadap HIV dari pendonor. Pasien tersebut dengan suka rela berhenti meminum obat HIV untuk melihat apakah virusnya kembali lagi atau tidak.

Biasanya pasien HIV harus meminum obat seumur hidup. Jika berhenti minum obat virus itu kembali dalam dua atau tiga minggu. Tapi hal itu tidak terjadi dengan pasien dari London. Tidak ada tanda-tanda HIV kembali ke tubuhnya setelah 18 bulan berhenti minum obat.

Brown mengatakan ia ingin bertemu dengan pasien dari London itu. Ia ingin mendorongnya untuk muncul ke publik. “Karena hal ini sangat berguna bagi sains dan memberikan harap bagi penderita HIV positif, bagi orang-orang yang memiliki HIV,” kata Brown.

Prosedur sulit

Transplantasi sel induk biasanya merupakan prosedur sulit yang dimulai dengan radiasi atau kemoterapi untuk merusak sistem kekebalan tubuh. Tujuannya untuk memberikan ruang kepada sistem kekebalan yang baru. Selain itu metode ini memiliki banyak komplikasi.

Brown menjalani tranplantasi sel induk kedua ketika leukimia kambuh kembali. Dibandingkan Brown, pasien dari London ini menjalani kemoterapi yang lebih ringan. Ia juga tidak diradiasi dan hanya memiliki efek samping ringan usai transplantasi.

Dr. Gero Hutter, dokter Jerman yang merawat Brown mengatakan berita tentang laki-laki asal London ini sebuah berita yang bagus. “Satu bagian dalam teka-teki penyembuhan AIDS,” katanya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait