Kasus Lahan Underpass Bandara, Kejati Bidik Legislator Makassar

judul gambar

MANIFESTO.com, MAKASSAR-Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Andi Faik Wana Hamzah menyatakan pihaknya mendalami dugaan keterlibatan mantan Ketua Komisi C DPRD Makassar Syarifuddin Badollahi dalam kasus korupsi pembebasan lahan underpass di Simpang Lima Bandara Hasanuddin.

Legislator yang diprediksi gagal di peleg 2019 itu diduga kuat ikut menerima dana pembebasan lahan.

Bacaan Lainnya

“Peran yang bersangkutan akan didalami,” kata Andi Faik, dikutip dari Klikkami.com, Kamis 2 Mei 2019.

Menurut dia, tim penyidik telah melayangkan panggilan pemeriksaan terhadap Syarifuddin. Tapi, politikus Partai Demokrat itu meminta penundaan pemeriksaan. Andi Faik mengatakan,  Syarifuddin beralasan jadwal pemeriksaan bertepatan dengan agenda reses.

“Kami akan jadwal ulang pemeriksaan yang bersangkutan,” imbuh dia.

Sebelumnya, kata Andi Faik, Syarifuddin sudah pernah menjalani pemeriksaan saat kasus ini dalam tahap penyelidikan dua tersangka. Tersangka dalam kasus ini yakni mantan Kepala Sub Bagian  (Kasubag) Pertanahan Kota Makassar, Ahmad Rifai dan Rosdiana Haris yang hingga kini masih berstatus buron.

Underpass simpang lima bandara merupakan salah satu proyek strategis nasional. Proyek itu untuk membangun jalan yang menghubungkan Kabupaten Maros dan Kota Makassar menuju kawasan bandara pada 2013. Pembangunannya menggunakan APBN sebesar Rp 10 Miliar.

Namun dalam perjalanannya Kejati mengendus adanya kongkalikong di balik pembebasan lahannya. Kejati pun melakukan penyidikan dan menetapkan dua tersangka.

Tersangka bekerja sama dengan modus Rosdiana Haris berpura-pura menjadi salah satu kuasa penerima anggaran atas lahan yang dibebaskan. Padahal, lahan yang diajukan itu tidak termasuk sebagai lahan yang dibebaskan.

Sumber: Klikkami.com.

judul gambarjudul gambar

Pos terkait