Klaim Lahan, Penggugat Segel Masjid dan TK di Herlang Bulukumba

  • Whatsapp
Sekelompok warga menyegel masjid dan TK di kelurahan Tanuntung, Herlang Bulukumba sejak sepekan terakhir. (Ist)
Sekelompok warga menyegel masjid dan TK di kelurahan Tanuntung, Herlang Bulukumba sejak sepekan terakhir. (Ist)

MANIFESTO, BULUKUMBA- Sekelompok orang menyegel masjid dan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kakan-kanak (TK) di lingkungan Dandea, kelurahan Tanuntung, kecamatan Herlang. Penyegelan telah berlangsung sepekan terakhir yang membuat warga di kampung itu menjadi geger.

Mereka yang menyegel atas nama Pandeng, Rahim, Arifuddin, dan Syafaruddin. Keempat orang ini adalah satu keluarga yang mengklaim lahan yang diatasnya telah dibangun masjid dan TK sejak beberapa tahun terakhir. Klaim berdasarkan bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Bacaan Lainnya

Mereka pun menggugat pemilik lahan almarhum Pagassingi di Polres Bulukumba. Usai melayangkan gugatan, keluarga Rahim & Pandeng langsung menyegel masjid dan TK yang diklaim sebagai miliknya itu. Mereka menghalangi warga sekitar untuk beribadah di masjid yang selama ini selalu ramai setiap waktu salat.

Tak ada satupun warga yang protes atas penyegelan itu karena takut dengan keluarga Rahim & Pandeng yang dikenal “jagoan” itu. Hanya saja, warga cukup heran dengan penutupan TK itu karena Syafarudin notabene adalah penilik TK di kecamatan Herlang.

Putra almarhum Pagassingi, Drs Sain Fahri menyayangkan klaim dari keluarga Rahim, Arifuddin & Padeng atas lahan itu. Apalagi sampai menyegel masjid dan TK di atas lahan itu. Ia menegaskan, lahan yang dbangun masjid, TK dan lahan di sekitarnya telah memiliki sertifikat hak milik atas nama pagassingi.

“Lahan itu sudah memiliki sertifikat hak milik atas nama pagassingi sehingga kami heran jika ada yang mengklaim dan yang kami sangat sayangkan karena masjid dan TK yang selama ini digunakan warga itu disegel,” kata Sain, Rabu 14 Oktober 2020.

Editor: Azhar