Komnas HAM Simpulkan Polisi Langgar HAM Atas Tewasnya 4 Laskar FPI

Komnas HAM paparkan hasil investigasi atas kematian enam Laskar FPI di Kilometer 50 Tol Cikampek, Karawang, Jumat 8 Januari 2021. (Int)
Komnas HAM paparkan hasil investigasi atas kematian enam Laskar FPI di Kilometer 50 Tol Cikampek, Karawang, Jumat 8 Januari 2021. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, JAKARTA– Komnas HAM mengungkap hasil investigasi atas kematian 6 anggota Laskar FPI di Kilometer 50, Karawang, Jumat 8 Januari 2021.

Hasinya, Komnas HAM menyatakan telah terjadi pelanggaran oleh pihak kepolisian. Hal ini terkait penembakan oleh polisi terhadap empat anggota FPI. Komnas Ham menyebut kasus ini sebagai Peristiwa Kerawang. 

Bacaan Lainnya

“Terkait peristiwa KM 50 ke atas, terdapat 4 orang masih hidup dalam penguasaan resmi petugas negara yang kemudian ditemukan tewas, maka peristiwa tersebut bentuk peristiwa pelanggaran HAM,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (8/1).

“Penembakan sekaligus 4 orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain untuk menghindari jatuh korban jiwa mengindikasikan ada tindakan unlawful killing terhadap laskar FPI,” tambahnya.

Komnas HAM merekomendasikan peristiwa tewasnya empat laskar FPI dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana.

Komnas HAM juga ada pengusutan lebih lanjut dugaan kepemilikan senjata api yang diduga digunakan oleh pihak FPI.

Sejak peristiwa itu terjadi, Komnas HAM melakukan peninjauan langsung ke lokasi peristiwa, Kerawang, pada 8 Desember 2020. Komnas HAM sebelumnya telah membentuk tim penyelidikan sesuai mandat Komnas HAM Pasal 89 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM sejak 7 Desember 2020.

Dalam peninjauan itu, pihaknya menemukan beberapa benda yang diduga sebagai bagian peristiwa tersebut. Beberapa di antaranya tujuh buah proyektil, tiga buah slongsong, bagian peluru, pecahan mobil, dan benda lain dari bagian mobil seperti baut.

Komnas HAM juga meminta keterangan terhadap sejumlah pihak, antara lain kepolisian, siber, nafis, dan petugas kepolisian yang bertugas, hingga pengurus FPI.

Sumber: CNN Indonesia

judul gambarjudul gambar

Pos terkait