Legislator Golkar Ini Bangga Putra Sulsel Jadi Kapolda Metro Jaya

  • Whatsapp

MANIFESTO, MAKASSAR– Penunjukan Kapolda Jawa Timur, Irjen M Fadil Imran menjadi Kapolda Metro Jaya mendapat apresiasi tinggi dari legislator Golkar Sulsel, Rahman Pina.

“Ini menjadi kebanggaan kita di Sulawesi Selatan. Bukan hanya karena pertimbangan daerah, tapi Jenderal Fadil adalah figur dengan integritas tinggi dan profesional,” kata sekretaris Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini, Selasa 17 November 2020.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, penunjukan Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya, semakin mengukuhkan Sulsel sebagai daerah yang selalu melahirkan tokoh nasional, khususnya di kepolisian.

Sebelumnya, dua putera asal Sulsel menjadi Wakapolri, Komjen Yusuf Mamggabarani dan Komjen Syafruddin. “Doa kita semua, semoga bintang Fadil Imran terus bersinar terang dan menjadi Kapolri,”kata Rahman Pina.

Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3222/XI/Kep/2020, putera kelahiran Makassar ini ditunjuk menjadi Kapolda Metro Jaya.

Lantas, seperti apa profil dan biodata Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran?
Irjen M Fadil Imran, termasuk perwira tinggi Polri ini yang masih cukup panjang pengabdiannya. Ia merupakan alumni Akpol 1991. Fadil Imran berpengalaman dan menguasai bisang reserse.

Ia memiliki rekam jejak sangat baik dalam setiap jabatan penting yang diemban di Polri. Mulai dari Polres KP3 Tanjung Priok, Polres Kepulauan Riau, Polres Metro Jakarta, Polda Metro, hingga Mabes Polri.
Pada 2008, Fadil Imran pernah menjabat sebagai Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Pada tahun yang sama, ia kemudian menjabat sebagai Kapolres KP3 Tanjung Priok. Setahun kemudian, tepatnya pada 2009, ia menjabat Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya.

Setelah 3 tahun menjabat, Imran dimutasi untuk menduduki jabatan Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri pada 2011.
Masih pada tahun yang sama, ia kemudian menduduki jabatan Direktur Ditreskrimum Polda Kepri.

Lalu, dua tahun kemudian, pada tahun 2013, ia menjabat sebagai Kapolres Metro Jakbar. Dua tahun kemudian, ia dipindah untuk menduduki jabatan Analis Kebijakan Madya (Anjak Madya) Bidang Pidum Bareskrim Polri.

Setahun kemudian, pada 2016, ia menjabat sebagai Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Imran berhasil membongkar kasus pembajakan film Warkop DKI Reborn dan berhasil membekuk satu orang pelaku, berjenis kelamin wanita berinisial P (31).
Masih pada tahun yang sama, ia bergeser untuk menjabat sebagai Wakil Dirtipideksus Bareskrim Polri.

Setahun kemudian, ia menjabat sebagai Dirtipid Siber Bareskrim Polri (2017) dan berhasil membongkar kasus besar yang berkaitan dengan organisasi siber terorganisir Muslim Cyber Army (MCA) pada Februari 2018.

Pada 2019, Fadil Imran menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Kapolri Jendral Idham Aziz hingga 2020, sebelum akhirnya dimutasi menjadi Kapolda Jatim dan kemudian diamanahkan lagi jadi Kapolda Metro Jaya.

Editor: Azhar