Mahal Sewa Ambulans, Warga Antar Jenazah Pakai Taksi Online

judul gambar

MANIFESTO.com, Garut – Jagat maya dibuat terkejut dengan aksi warga yang memilih mengantar jenazah ke rumah duka dengan menggunakan taksi online ketimbang ambulans di Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar). Hal ini ditengarai lantaran mahalnya biaya jasa antar ambulans rumah sakit.

Pelaksana Tugas Wakil Direktur Umum RSUD Dokter Slamet Garut Eka Ariyanti membenarkan adanya kejadian tersebut. Peristiwa ini terjadi di rumah sakitnya pada Rabu (1/5/2019) dini hari.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, awalnya pihak keluarga almarhumah sempat menanyakan masalah jasa mobil ambulans kepada petugas jaga untuk tujuan ke Banjarwangi, wilayah Selatan Garut. Namun saat itu sopir dan mobil ambulans sedang ke Bandung mengantar jenazah ke Cibiuk.

Eka menyebutkan, biaya ambulans ke wilayah Banjarwangi sekitar Rp400.000. Selanjutnya pihak keluarga tidak lagi menanyakan kembali soal tarif.

Mereka kemudian membawa jenazah almarhumah seorang ibu berusia 69 tahun ke rumah duka dengan menggunakan jasa transportasi daring.

“Padahal RSUD Dokter Slamet Garut sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah memiliki kebijakan dalam hal pengurangan atau pembebasan biaya yang secara teknis dapat dilaksanakan oleh manajemen,” katanya.

Belakangan terungkap, alasan keluarga membawa jenazah dengan menggunakan jasa taksi online lantaran tidak bisa membayar mobil ambulans yang biayanya lebih mahal. Sementara sesuai tarif jasa pada aplikasi taksi online, dari RSUD Garut ke Banjarwangi hanya Rp230.000. Mereka pun diantar seorang perempuan driver transportasi daring Yuny (36).

Merespons hal tersebut, Bupati Garut Rudy Gunawan mengaku keheranan ada warga yang harus membawa jenazah dari RSUD ke Kecamatan Banjarwangi menggunakan aplikasi Grab atau jasa transportasi daring. Padahal menurutnya, pemerintah telah menyediakan mobil ambulans gratis.

“Enggak tau apa motifnya masyarakat bisa nyewa Grab ketimbang ambulans, padahal biaya ambulans gratis,” katanya di Garut, Rabu (8/5/2019).

Dia menegaskan, Pemkab Garut sudah menyediakan ambulans untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sakit maupun meninggal dunia secara gratis.

Pemkab sebut dia, selalu berupaya memberikan pelayanan yang maksimal, termasuk menyiapkan mobil ambulans. Bahkan di Pendopo Garut ada dua unit ambulans yang dapat dipakai masyarakat secara gratis.

“Di Pendopo itu kan ada dua ambulans. Satu untuk yang sakit, satu lagi untuk antar jenazah,” ujarnya.

Rudy menyayangkan masih adanya pelayanan kesehatan termasuk jasa mobil ambulans yang belum bisa dimanfaatkan masyarakat secara maksimal. Di sisi lain, pihaknya sudah menginstruksikan untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

“Saya minta pelayanan terhadap orang sakit harus ditingkatkan,” ucapnya. (*)

*Sumber : Internet

judul gambarjudul gambar

Pos terkait