Masuk RPJMN, 19 Investor Siap Kembangkan Kawasan Industri di Takalar

  • Whatsapp
Bupati Takalar Syamsari Kitta menerima penghargaan atas prestasi Pemkab Takalar bersama PT KBN menggaet investor dalam pembangunan kawasan industri, Rabu 14 Oktober 2020. (Ist)
Bupati Takalar Syamsari Kitta menerima penghargaan atas prestasi Pemkab Takalar bersama PT KBN menggaet investor dalam pembangunan kawasan industri, Rabu 14 Oktober 2020. (Ist)

MANIFESTO, MAKASSAR — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu (DPM- PTSP) Sulsel, Jayadi Nas mengungkapkan bahwa 19 investor siap mengembangkan kawasan industri di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Pengembangan kawasan industri di desa Laikang dan Punaga, kecamatan Mangarabombang itu pun sudah masuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020- 2024. Atas prestasi itu, Kabupaten Takalar dianugerahi sebagai daerah terbaik dalam menggaet investor asing untuk masuk di Sulse.

Bacaan Lainnya

“Di Kawasan industri Takalar sudah ada 19 investor yang siap untuk masuk, makanya Takalar mendapat penghargaan sebagai daerah yang memiliki kemampuan membangun kawasan industri,” kata Jayadi usai mengikuti Rapat Koordinasi DPM-PTSP kabupaten/kota se Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Rabu 14 Oktober 2020.

Pada rapat koordinasi tersebut, DPM-PTSP Sulsel memberikan penghargaan kepada sejumlah kabupaten/kota, salah satunya Kabupaten Takalar sebagai kabupaten dengan kategori promosi dan minat investasi sektor penanaman modal asing berbasis kawasan.

“Ini baru direncanakan malah sudah ada 19 investor yang minta masuk. Investasinya itu dari berbagai macam bidang dan ini adalah peluang luar biasa,” puji Plt Bupati Luwu Timur itu.

Selain Kabupaten Takalar, DPMPTSP juga memberikan penghargaan kepada Pemkab Pinrang dengan kategori inovasi pelayanan perizinan, Pemkab Luwu Utara sebagai inovator laporan kegiatan penanaman modal, Pemkot Makassar kategori sinergitas program dan kegiatan. Sementara Pemkab Bantaeng kategori potensi dan peluang investasi berbasis Feasibility Study dan RUMPN, serta kategori kerjasama BPJS Ketenagakerjaan kepada Pemkab Bone, Kota Makassar dan Pemkab Wajo.

Rapat Koordinasi DPM-PTSP  dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo, Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah, serta seluruh kepala daerah se-Sulawesi Selatan. Atas prestasi itu, Bupati Takalar Syamsari Kitta mengatakan, terima kasih kepada Pemprov Sulsel atas kepercayaannya kepada Pemkab Takalar sebagai kabupaten terbaik dalam kategori promosi dan minat investasi.

“Penghargaan yang diraih ini berkat  dukungan dari seluruh stakeholder terkait, terkhusus Gubernur. Kegiatan ini memberi semangat kepada kita semua untuk terus menerapkan manajemen yang baik dalam perizinan, sehingga izin usaha terproses cepat, mudah dan berkualitas,” kata Syamsari.  

Ia menyampaikan jika birokrasi harus berbenah untuk menghadirkan budaya melayani, bukan lagi pelayanan perizinan yang berbelit-belit yang akan menjadi penghambat masuknya investasi. Berkat kemudahan itu, semua perzinan pembangunan kawasan industri bisa rampung cepat sejak dicanangkan tahun lalu. 

“Semua harus berubah, kalau bisa cepat kenapa mesti diperlambat, itulah harapan masyarakat dan ini menjadi penanda jika pelayanan kita semakin baik,” ujar Bupati inovatif itu.

Pemprov memberikan penghargaan bergengsi itu karena Pemkab Takalar bersama PT. KBN dan Kemenperin mampu meloloskan kawasan industri Takalar menjadi bagian dari RPJMN. Kawasan ini telah diminati oleh investor asing terutama para pengusaha yang tergabung dalam industri recycling logam non ferrous.

“Insya Allah, Jika kawasan ini sudah beroperasi maka kita optimis salah satu program strategis di RPJMD Takalar 2017-2022 yaitu penyerapan 10,000 tenaga kerja dapat terealisir,” ungkap mantan anggota DPRD Sulsel itu.

Editor: Azhar

  • Whatsapp