Menggenjot Sektor UMKM dan Daya Beli Publik di Masa Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
KPCPEN menggelar Dialog Produktif bertema 'Menuju Sembuh, Ekonomi Tumbuh pada Rabu (23/3) lalu. Foto Ist

MANIFESTO, JAKARTA – Pemerintah Indonesia tetap optimistis mampu membangkitkan perekonomian hingga mencapai di atas 5%, meski di masa sulit akibat pandemi Covid-19. Guna memastikan roda bisnis terus berjalan di Indonesia, pemerintah memberikan stimulus berupa berbagai paket kebijakan yang memudahkan dan merangsang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa bertahan di tengah pandemi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM RI, Eddy Satriya, menyampaikan dari beberapa survei, terlihat adanya pemulihan ekonomi terutama setelah digelontorkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

“Bantuan tersebut membuat usaha mikro mendapat tambahan modal untuk berusaha. Perbaikan juga terjadi di sisi daya beli masyarakat melalui beberapa paket kebijakan pemerintah,” papar dia dalam Dialog Produktif bertema ‘Menuju Sembuh, Ekonomi Tumbuh; yang diselenggarakan KPCPEN dan disiarkan FMB9ID_IKP, Rabu (24/3).

Sementara itu, pengamat ekonomi, Piter Abdullah, menyebutkan pertumbuhan ekonomi dinilai positif tidak hanya dari satu sudut pandang. Menurutnya, perlu dilihat pula sejauh apa program-program pemerintah mampu meningkatkan ketahanan masyarakat dan ketahanan dunia usaha.

Piter menyarankan agar semua elemen masyarakat perlu saling bergotong royong untuk mencapai kondisi yang ideal bagi pertumbuhan ekonomi. “Kita sepakat memang pemerintah merespon pandemi ini dengan kebijakan yang baik. Kalau kita lihat, semua bahu-membahu menghadapi dampak pandemi ini,” ujarnya.

Financial Planner, Aidil Akbar, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menambahkan, strategi pemerintah pada dasarnya sudah baik. Terdapat terobosan, khususnya dari Kementerian Koperasi dan UMKM. “Ya memang kita perlu untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Selain itu, pandemi juga memang meningkatkan persentase pelaku usaha mikro baru, yang karena kondisi membuat seseorang menjadi berusaha di masa pandemi,” paparnya.

Aidil berpandangan upaya menggenjot konsumsi masyarakat kelas menengah Indonesia perlu didukung oleh pemenuhan faktor keamanan. “Kondisi saat ini masih banyak kelompok masyarakat kelas menengah ke atas yang menahan konsumsi karena dua hal, belum merasa aman secara kesehatan maupun secara finansial,” terang dia.

Dari sisi pemerintah, Eddy menyampaikan komitmen pemerintah mendukung UMKM berjuang di masa pandemi. Hal itu bahkan telah menjadi kebijakan pemerintah, terutama Kemenkop UMKM untuk mendukung secara menyeluruh. Tujuannya, agar pemberdayaan, kemudahan, dan perlindungan usaha bagi UMKM terlaksana secara baik dalam koridor perundang-undangan dan paket kebijakan strategis.

Selain itu, ia menyebut pihaknya memberikan peluang untuk Bantuan Langsung Tunai UMKM untuk menerima pendaftar lama dan pendaftar baru. Karena diharapkan mereka bisa meneruskan usaha mereka.

“Kita usahakan tetap memaksimalkan bantuan-bantuan yang ditujukan UMKM agar cepat pencairannya. Kita perlu mentransformasi usaha-usaha informal masyarakat menjadi usaha formal. Karena inilah yang akan membuka lapangan usaha baru dan menciptakan permintaan,” tutup dia.

Editor: Azhar

Pos terkait