Mentan Pastikan 12 Komoditas Pangan Strategis di Sulsel Aman, Tren Harga Alami Penurunan

judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau stok dan harga 12 komoditas pangan strategis di Pasar Tradisional Terong, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (25/12/2022). Hasilnya, ketersediaan maupun harga bahan pokok di daerah ini terbilang aman menghadapi momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga sejumlah bahan pokok yang dicek oleh Menteri Syahrul malah mengalami penurunan. Di antaranya yakni beras, ayam, cabai, bawang merah dan bawang putih. Meski demikian, ada beberapa komoditas juga yang mengalami kenaikan harga, seperti ayam kampung dan minyak goreng curah.

Bacaan Lainnya

Menteri Syahrul mengungkapkan pemantauan harga 12 komoditas strategis dilakukan pihaknya secara serentak. Bukan hanya dirinya, tapi seluruh jajaran pejabat lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) di 34 provinsi dan ratusan kabupaten/kota di Indonesia turun mengecek langsung ketersediaan dan harga bahan pokok, sebagaimana instruksi Presiden RI.

Menurut dia, pihaknya sendiri berfokus pada ketersediaan bahan pokok sebagaimana tugas dari Kementan. Hasil monitoring, stok 12 komoditas strategis cukup dan harganya malah ada yang mengalami penurunan. Meski diakui ada pula komoditas yang harganya naik, tapi masih dalam batas toleransi, apalagi memang saat ini sedang momen Nataru.

“Di Sulsel dan hampir di seluruh provinsi, saya mendapatkan laporan bahwa rata-rata ketersediaan cukup untuk 12 komoditi. Dari catatan yang ada, bahkan di beberapa tempat itu mengalami penurunan (harga bahan pokok). Jadi selain (stok) cukup, harga juga turun,” kata Menteri Syahrul, usai melakukan sidak di Pasar Terong Makassar.

Ia menyebut dari pemantauan di Pasar Terong, hanya harga ayam kampung yang naik cukup signifikan mencapai Rp10 ribu. Sisanya, untuk ayam ras malah mengalami penurunan sekitar Rp5 ribu. Untuk komoditas pangan strategis seperti beras disebutnya malah mengalami penurunan dari Rp11 ribu menjadi Rp10 ribuan per kilogram (kg).

Melihat kondisi stok dan harga bahan pokok itu, Menteri Syahrul optimistis kebutuhan pangan untuk momen Nataru tercukupi. Diharapnya pula agar pasokan maupun harga pangan yang stabil itu dapat terus dijaga. Apalagi, Sulsel merupakan salah satu provinsi yang menjadi barometer penilaian terhadap dinamika ketersediaan dan harga bahan pokok.

Lebih jauh, Menteri Syahrul mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah untuk bersinergi menjaga stok dan harga bahan pokok stabil. Terlebih, saat peak season seperti momen Nataru, Idul Fitri dan Idul Adha. Sinergi bahkan harus terus diperkuat, apalagi tatkala cuaca ekstrem seperti sekarang, yang bisa saja mempengaruhi pasokan maupun harga bahan pokok.

“Alhamdullilah, kelihatannya kita sangat siap, tapi ya jangan terlalu pede (percaya diri) juga karena sekarang cuaca sangat ekstrem dan pertanian itu erat kaitannya dengan cuaca. Makanya, untuk 2023 besok harus lebih bekerja keras,” tegas mantan Gubernur Sulsel dua periode itu.

Salah seorang pedagang di Pasar Terong, Sana, menyebut harga cabai, bawang merah dan bawang putih memang mengalami penurunan sepekan terakhir. Rata-ratanya bahkan turun Rp5 ribu. Seperti cabai dari Rp41 ribu menjadi Rp35 ribu per kg, bawang merah turun dari Rp40 ribu menjadi Rp35 ribu per kg dan bawang putih turun dari Rp30 ribu menjadi Rp25 ribu per kg.

Ia menuturkan adanya penurunan harga disebabkan pasokan komoditas tersebut yang cukup melimpah. “Iya, harganya lagi turun untuk cabai, bawang merah dan bawang putih. Itu karena pasokannya lancar, cukup banyak ketersediaannya. Kalau pembelian, ya masih normal-normal saja,” kata Sana.

Pedagang lainnya, Muhammad Jabir, menyebut harga ayam ras yang dijualnya juga ada penurunan, dari Rp55 ribu menjadi Rp50 ribu per ekor. Di hadapan Menteri Syahrul, Jabir juga menyampaikan pasokan ayam yang masuk ke pihaknya cukup stabil.

Sedangkan, Nurbaya yang merupakan pedagang ritel di kawasan Pasar Terong menyebut untuk minyak goreng curah terjadi kenaikan harga, meski tidak begitu signifikan. Pihaknya menjual komoditas itu Rp14 ribu, atau naik dari sebelumnya Rp13 ribuan per liter. Adapun untuk ketersediaan dijaminnya cukup menghadapi Nataru.

“Harga ada sedikit kenaikan, sekarang Rp14 ribu dari dulunya Rp13 ribuan. Ya, masih normal dan stok juga aman. Minyak goreng curah ini favorit masyarakat, kebanyakan beli ini dibandingkan minyak goreng kemasan,” sebutnya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait