Menulis Pengalaman Mendaki Rinjani, Alfian Edgar Diterima di Harvard University

judul gambar

MAKASSAR.com, JAKARTA— Mendaki gunung Rinjani dan menuangkannya dalam tulisan membuat Alfian Edgar Tjandra, siswa SMA Kharisma Bangsa Imam Husnan Nugroho di Tangerang Selatan, Banten lolos kuliah di Harvard University.

Alfian Edgar Tjandra mencatatkan prestasi membanggakan bagi SMA Kharisma Bangsa. Remaja yang sempat memelihara ikan piranha itu mencatatkan diri sebagai siswa pertama SMA Kharisma Bangsa yang berhasil diterima kuliah di Harvard University.

Bacaan Lainnya

Secara khusus Kepala SMA Kharisma Bangsa Imam Husnan Nugroho menceritakan pengalaman anak didiknya itu, hingga bisa diterima di kampus papan atas dunia tersebut. Seleksi yang sudah dilewati Edgar di antaranya adalah tes SAT (scholastic aptitude test) dan pembuatan esai.

“Edgar berhasil meraih nilai tes SAT 1.510 poin,” kata Imam di komplek SMA Kharisma Bangsa dikutip dari Jawapos.com, Sabtu (6/4).

Dia menjelaskan, tes SAT tersebut diselenggarakan oleh Collage Board. Nilai maksimal dalam tes SAT adalah 1.600 poin. Materi tesnya adalah matematika dan bahasa Inggris.

Imam berharap, prestasi yang diraih oleh Edgar bisa menginspirasi siswa lainnya. Meskipun selama ini banyak siswa Kharisma Bangsa yang diterima kuliah di perguruan tinggi top luar negeri. Seperti National University of Singapore (NUS) hingga Monash University di Australia.

Untuk mewujudkannya, seluruh siswa kelas XII SMA Kharisma Bangsa didorong untuk ikut tes SAT. Hasil tes tersebut, nantinya bisa digunakan untuk mendaftar di sejumlah perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat. Namun dia menegaskan agar bisa diterima kuliah, tidak cukup dari hasil tes SAT. Tetapi juga dari penulisan esai.

Lebih lanjut Edgar menceritakan pengalamannya menulis esai untuk mendaftar Harvard. Remaja yang mengambil jurusan computer science itu menuturkan menulis tiga buah esai. Keseluruhannya ditulis dalam bahasa Inggris dan dikirim lewat online.

Dia menjelaskan, di antara tema esainya adalah pengalaman mendaki gunung Rinjani. Edgar menuturkan pada 2015 lalu dia mendaki gunung Rinjani. Tetapi saat itu dia gagal. Akhirnya dia mengulangi kembali pada 2016 dan akhirnya berhasil. Dia menuturkan sebelum mendaki kedua kalinya, sudah melakukan sejumlah persiapan matang. ”Yang jadi penilaian esai tentang kita untuk berubah menjadi lebih baik,” katanya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait