Meski Berkasus, DPRD Makassar Minta Proyek RS Batua Dilanjutkan

Ketua Komisi D DPRD Makassar Abdul Wahab Tahir. (Int)
Ketua Komisi D DPRD Makassar Abdul Wahab Tahir. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– DPRD mengusulkan pemerintah melanjutkan kembali pembangunan rumah sakit (RS) Batua di jalan Abdullah dg Sirua.

Ketua komisi D bidang kesejahteraan rakyat, Abdul wahab tahir mengungkap alasan saat ditemui di kantornya belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan bangunan itu sudah lama terbengkalai. Padahal tersisa beberapa pengerjaan dan bisa difungsikan sebagai fasilitas kesehatan masyarakat.

“Sangat disayangkan bangunan habiskan cukup besar (anggaran) baru tidak digunakan,” ujarnya.

Politisi partai Golkar itu menjelaskan skema penganggaran. Penggunaan jika kasus sudah tuntas dan RS tersebut diserahkan kembali ke pemerintah. Sehingga pengerjaan dapat langsung dilakukan.

“Intinya kita mendorong proses penganggarannya dalam rangka mengantisipasi adanya kebijakan yang dikeluarkan lembaga peradilan,” jelasnya.

Jika tidak memungkinkan karena masih berproses hukum, bisa dialihkan untuk membiayai program lainnya.

“Kalau tidak ya mau diapa (tidak dilanjutkan). Tapi yang penting posnya ada,” sambungnya.

Wahab belum mengetahui secara detail gambaran rencana pembangunan. Menyusul masih menuggu dokumen resmi dari pemerintah.

Selain RS Batua, dewan juga mendorong kelanjutan proyek rumah sakit ujung pandang yang kini terpantau belum difungsikan.

“Belum ada dokumennya (pembahasan anggaran pokok 2022), nanti kita lihat. Kita juga coba dorong RS ujung pandang,” lanjutnya.

Diketahui, pembangunan RS Batua terpaksa dihentikan lantaran adanya indikasi korupsi. Temuan polisi, pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi dan tidak layak digunakan.

Sejauh ini, telah ditetapkan 13 orang tersangka. Adapun hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, taksiran kerugian negara akibat penyalahgunaan anggaran sebesar Rp22 miliar.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait