Mitra Bukalapak Edukasi Ratusan Pemilik Warung di Makassar Soal Strategi Pikat Pelanggan

judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – Mitra Bukalapak menggelar Spesial Kumpul Juwara (SKJ) di Palembang (24/09) dan Makassar (27/09), berkolaborasi dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Acara yang mengusung tema ‘Strategi Pikat Pelanggan Lewat Cross-Selling, Up-Selling, dan Down-Selling’ ini merupakan puncak dari rangkaian SKJ bersama Ultrajaya, yang sebelumnya telah sukses diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia seperti Solo, Yogyakarta, dan Bandung.

SKJ Palembang dan Makassar dihadiri ratusan pemilik warung, kios pulsa, dan agen individual yang tergabung dalam komunitas warung terbesar yang merupakan bentukan Mitra Bukalapak, Komunitas Juwara.

Bacaan Lainnya

Kali ini, SKJ menyoroti pentingnya strategi penjualan yang lebih bervariasi, termasuk membuat paket belanja, mengkombinasikan penjualan produk grosir dengan produk virtual, serta menawarkan produk dengan harga lebih murah.

Selain meningkatkan wawasan mengenai bisnis, melalui kemitraan dengan brand terkemuka di Industri FMCG, SKJ juga meningkatkan pengetahuan produk dan menambah nilai jual warung. Berbagai edukasi yang didapatkan di SKJ ini memotivasi para pemilik warung untuk dapat bertransformasi layaknya peritel modern, sekaligus meningkatkan pola pikir bertumbuh untuk terus membesarkan bisnis dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

Hasrun dari Makassar ialah salah satu pemilik warung yang bergabung di Mitra Bukalapak yang berhasil mengembangkan usahanya. Ia mentransformasi warung sederhananya menjadi sentra digital yang menawarkan berbagai produk virtual, seperti pulsa, paket data, voucher game, hingga transfer uang.

VP Mitra Operations & Commerce Mitra Bukalapak, Becquini Akbar, menyampaikan perubahan yang dihadirkan Mitra Bukalapak bukan sekadar untuk peningkatan pendapatan saja, melainkan mentransformasi para pemilik warung agar dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya. Mulai dari transformasi fisik warung menjadi ritel modern, hingga membangun pola pikir mereka, para pengusaha mikro, agar tidak takut bermimpi dalam membesarkan bisnis.

“Kesuksesan mereka ini kami harapkan bisa menginspirasi pemilik warung lainnya, sehingga lewat Mitra Bukalapak, kami bangun Mitra menjadi agen perubahan yang berkelanjutan bagi para pengusaha mikro di sekitarnya,” kata Becquini Akbar.

Sementara itu, Hasrun, seorang Mitra yang berani bermimpi besar saat situasi memaksanya keluar dari zona nyaman. Pada 2020, dirinya meninggalkan profesinya sebagai pekerja kantoran dan memulai usaha warung dengan merombak taman di depan rumah.

Keberanian ini membawa kabar baik, dengan nilai pendapatan yang kini mencapai tiga kali lipat lebih besar dibanding pekerjaan sebelumnya sebagai pegawai kantoran. Hal tersebut tidak lepas dari aplikasi Mitra Bukalapak yang membantu Hasrun dalam menyediakan akses ke berbagai produk yang sangat dibutuhkan pelanggan.

Terutama, produk virtual dan layanan finansial, yang sebelumnya bisa diperoleh pelanggan dengan menempuh perjalanan cukup jauh ke agen-agen perbankan atau minimarket.

Melalui partisipasi aktif di Komunitas Juwara, Hasrun juga banyak belajar bagaimana memasarkan bisnisnya dengan cara yang berbeda dari warung konvensional. Selain lewat pemasangan spanduk, Hasrun juga memaksimalkan perangkat teknologi, khususnya fitur chatting dan media sosial, dalam membangun komunikasi pelanggan dan memasarkan produk-produk baru.

Bonusnya, warga-warga sekitar tempat tinggal Hasrun pun semakin terasah literasi digitalnya lewat transaksi yang kini biasa dilakukannya menggunakan ponsel dan platform teknologi.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait