Nelayan dan Pengusaha Pelayaran Diimbau Tak Beraktivitas Selama Cuaca Ekstrim

  • Whatsapp
KMP Bontoharu. (Int)
KMP Bontoharu. (Int)

MANIFESTO, MAKASSAR– Menyikapi surat edaran dari Kementrian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jendral Perhubungan Laut, terkait peringatan dini gelombang tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah meminta kepada seluruh nelayan dan pengusaha pelayaran di Sulsel untuk tidak melakukan aktifitas pelayaran selama cuaca ekstrem.

Bacaan Lainnya

“Kepada nelayan dan pengusaha pelayaran diminta untuk tidak berlayar pada cuaca yang ekstrem, Yang ditakutkan akan terjadi gelombang tinggi yang bisa mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Muhammad Arafah, Jumat 2 April 2021.

Ia juga meminta agar nelayan maupun pengusaha pelayaran untuk senantiasa melihat dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran.

“Saya minta untuk senantiasa memperhatikan kondisi cuaca termasuk melihat edaran dari BMKG maupun instansi terkait lain, apa lagi jika ingin berlayar dengan jarak yang jauh,” imbuhnya.

Muhammad Arafah menambahkan hasil pemantauan BMKG yang berlaku dari tanggal 1 April hingga 3 April akan berpeluang terjadi gelombang sedang maupun tinggi dibeberapa perairan.

“Gelombang tinggi hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan Pare-pare, Perairan Spermode Pangkep, serta Teluk Bone, kemudian Gelombang tinggi hingga 3 meter diperkirakan terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Bonerate, Kalaotoa, Perairan Spermonde Makassar, perairan Sabalana serta Perairan Kepulauan Selayar,” tambahnya.

Editor: Azhar

Pos terkait