PAN dan Demokrat Anggap Koalisi Prabowo- Sandi Telah Usai

judul gambar
MANIFESTO.com, JAKARTA– Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat telah menganggap koalisi Prabowo Subianto- Sandiaga Salahuddin Uno telah berakhir.
Koalisi Pilpres bersama PKS dan Gerindra telah berakhir 17 April atau paling lama 22 Mei lalu. PAN dan Demokrat menganggap tak terikat lagi dengan koalisi meski sengketa Pilpres masih berlanjut ke Mahkamah Konstitusi.
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Bara Hasibuan mengatakan, Koalisi Adil Makmur atau Koalisi PrabowoSubianto-Sandiaga Uno hanya berlaku hingga hari Pemilihan Umum Presiden atau Pilpres 2019.
Dia mengklaim, secara de facto, partainya sudah tak lagi bergabung dalam koalisi yang berisi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat.
“Walau masih ada proses di Mahkamah Konstitusi. Tapi secara de facto sudah selesai,” ucap Bara di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta dikutip dari Tempo, Rabu, 5 Juni 2019.
Menurut Bara, partainya memang secara de jure masih menunggu proses dan putusan di Mahkamah Konstitusi. Usai seluruh proses hukum tersebut, Dewan Pimpinan Pusat PAN akan menentukan pilihan politik partai berlambang matahari tersebut selama lima tahun ke depan.
“Kami akan memutuskan langkah selanjutnya,” kata dia.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan juga menyebutkan, partainya bukanlah sekutu abadi bagi Partai Gerindra, PKS dan PAN. Dia menilai, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini hanya terikat pada saat Pilpres 2019.

“Capres (calon presiden) itu habis batas waktunya 22 Mei. Ya udah, jangan kau paksa terus main bola capek juga. Sudah berakhir selesai,” ujar dia.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait