Panitia Seleksi Dinkes “Serang Balik” Wabup Takalar

judul gambar

MANIFESTO.com, TAKALAR- Panitia Seleksi Tenaga Kesehatan Dinas Kesehatan Takalar “menyerang balik” wakil bupati Takalar Achmad Se’re yang sehari sebelumnya “mengamuk” di RSUD Padjonga Daeng Ngalle.

Panitia seleksi menilai kemarahan wabup itu sangat tidak beralasan dan tak perlu. Namun, panitia bisa memahami sebagai bentuk kekurangpahaman Achmad Se’re terhadap dunia kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Kita sayangkan saja kenapa Pak Wabup meributkan itu, padahal sudah ada tim seleksi yang dipercayakan, ini mungkin kekurangpahaman beliau terhadap dunia kesehatan,” kata Panitia Seleksi Safri kepada wartawan, Sabtu 10 Agustus 2019.

Dinas Kesehatan Takalar baru saja menerima 460 tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di RSUD Padjonga Daeng Ngalle, Puskesmas, dan Pustu.

Mereka yang diterima telah melewati tahapan tes yang cukup ketat. Mulai dari seleksi administrasi, tes potensi akademik, dan psikotes.

“Jadi mereka yang lulus itu berdasarkan hasil tes yang cukup ketat, mereka yang lulus itulah yang terbaik,” kata Ketua Panitia Seleksi dr Asriadi Ali.

Asriadi yang juga Ketua KNPI Takalar mengatakan, tim seleksi hanya akan menerima orang- orang yang paling mampu di antara semua pendaftar. Tidak mungkinlah kata dia, semua pendaftar diterima karena kuota terbatas.

“Justru inilah tujuan dibentuknya tim seleksi, untuk menjaring tenaga kesehatan yang berkualitas, kalau mau diterima semua biar yang tidak layak, untuk apa ada tim seleksi,” kata Asriadi.

Asriadi mengatakan, prosesi seleksi sudah berjalan sesuai dengan aturan main. Bahkan, pihaknya menurunkan ahli psikologi untuk memastikan mereka yang diterima berkualitas.

”Kami sudah melakukan tes sesuai standar dan bahkan melibatkan ahli psikolog dengan harapan menghasilkan tenaga kesehatan yang propesional dalam pelayanan sesuai SOP tenaga medik,” ungkap Asriadi.

Sebelumnya, wabup Takalar Achmad Se’re mendatangi RSUD untuk mempertanyakan seleksi tenaga kesehatan. Mantan anggota DPR RI itu itu pun marah sambil  menggebrak meja saat melakukan pertemuan dengan pejabat RSUD.

Achmad kecewa karena banyak didatangi orangtua pendaftar yang tak lulus. Padahal menurut pengakuan mereka, masa pengabdian di RS sudah cukup lama.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait