Partai Gelora Bentuk Pusat Komando Penanganan Gempa Sulbar di Makassar

Partai Gelora bentuk tim bantu korban gempa di Sulbar. (Ist)
Partai Gelora bentuk tim bantu korban gempa di Sulbar. (Ist)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– Gempa Tektonik yang melanda Sulbar pada Kamis dan Jumat yang lalu telah menimbulkan korban jiwa dan juga kerusakan infrastruktur dan material yang tidak sedikit. Sampai kemarin siang telah ditemukan 37 jiwa korban meninggal, puluhan korban luka-luka dan ribuan pengungsi.

Atas keprihatinan tersebut, Dewan Pimpinan Nasional, melalui instruksi Ketua Umum, Anis Matta, menetapkan Sulsel sebagai Pusat Komando Partai Gelora untuk penanganan dampak Gempa Sulbar, dan hari ini (16/01) Ahmad Faradis, Ketua Bangter V Partai Gelora direncanakan akan meresmikan secara langsung markas penanganan gempa Sulbar yang beralamat  Jl. Pelita Tiga No.8, RT.001/RW.01, Masale, Kec. Panakkukang, Kota Makassar. Struktur Markas Komando Gempa Sulbar Blue Helmet Gelora Sulsel dipimpin langsung oleh Syamsari Kitta, Ketua DPW Gelora Sulsel.

Bacaan Lainnya

“Gempa Sulbar, adalah duka kita semua. Untuk itu Partai Gelora  mengajak agar seluruh stakeholder untuk bekerjasama dalam penanggulangan dampak bencana gempa Sulbar ini. Selain mencoba jalur darat,  Kami juga sudah berkoordinasi untuk kemungkinan akses laut penyaluran logistik ke Sulbar, mengingat jalur darat  mungkin masih ada kendala karena longsor. Agar bantuan bisa cepat sampai,” kata Syamsari, yang juga Bupati Takalar ini.

Blue Helmet Partai Gelora, sebagai sayap Bidang Pelayanan Masyarakat (Yanmas) Partai Gelora, telah memberangkatkan tim pertama semalam (15/1) melalui darat. Arif Ardiansyah, Ketua Bidang Yanmas Gelora Sulsel menyatakan bahwa tim pertama yang diberangkatkkan semalam akan melakukan beberapa tugas pendahuluan antaralain assesment untuk melihat kondisi langsung di lapangan, kemudian  internal dan mitra atau stakeholder.

“Tim awal yang kami kirim semalam akan melakukan koordinasi dan kolaborasi awal dengan BPBD dan Klaster yang ada, terutama kesehatan dan logistik, Membuat Pos komando dan klinik Emergency, merencanakan management  posko dan relawan nantinya, rescue dan serta penyaluran logistik darurat,” tambah Arif.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait