Pemkab Takalar Raih Penghargaan Promosi Investasi Terbaik di Sulsel

  • Whatsapp
Bupati Takalar Syamsari saat menghadiri acara DPM-PTSP di Hotel Claro, Rabu 14 Oktober 2020. (Ist)
Bupati Takalar Syamsari saat menghadiri acara DPM-PTSP di Hotel Claro, Rabu 14 Oktober 2020. (Ist)

MANIFESTO, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Takalar berhasil meraih penghargaan pada acara Rapat Koordinasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Rabu 14 Oktober 2020.

Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo, Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah, serta seluruh kepala daerah se-Sulawesi Selatan. Penghargaan itu diberikan karena kemampuan Takalar dalam persiapan pembangunan kawasan indutri di Laikang- Punaga, Takalar.

Bacaan Lainnya

Atas prestasi itu, Bupati Takalar Syamsari Kitta mengatakan, terima kasih kepada Pemprov Sulsel atas kepercayaannya kepada Pemkab Takalar sebagai kabupaten terbaik dalam kategori promosi dan minat investasi.

“Penghargaan yang diraih ini berkat  dukungan dari seluruh stakeholder terkait, terkhusus Gubernur. Kegiatan ini memberi semangat kepada kita semua untuk terus menerapkan manajemen yang baik dalam perizinan, sehingga izin usaha terproses cepat, mudah dan berkualitas,” kata Syamsari.  

Ia menyampaikan jika birokrasi harus berbenah untuk menghadirkan budaya melayani, bukan lagi pelayanan perizinan yang berbelit-belit yang akan menjadi penghambat masuknya investasi. Berkat kemudahan itu, semua perzinan pembangunan kawasan industri bisa rampung cepat sejak dicanangkan tahun lalu. 

“Semua harus berubah, kalau bisa cepat kenapa mesti diperlambat, itulah harapan masyarakat dan ini menjadi penanda jika pelayanan kita semakin baik,” ujar Bupati inovatif itu.

Pemprov memberikan penghargaan bergengsi itu karena Pemkab Takalar bersama PT. KBN dan Kemenperin mampu meloloskan kawasan industri Takalar menjadi bagian dari RPJMN. Kawasan ini telah diminati oleh investor asing terutama para pengusaha yang tergabung dalam industri recycling logam non ferrous.

“Insya Allah, Jika kawasan ini sudah beroperasi maka kita optimis salah satu program strategis di RPJMD Takalar 2017-2022 yaitu penyerapan 10,000 tenaga kerja dapat terealisir,” ungkap mantan anggota DPRD Sulsel itu.

Sementara, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah berharap rapat koordinasi yang juga dihadiri oleh Menteri PAN-RB RI mampu melahirkan invoasi dan program yang menopang ekonomi di Sulawesi Selatan.

“Saya kira inilah kecapatan kerja yang kita lakukan sehingga mengurangi peluang orang orang yg tidak diinginkan bersama,” ungkap eks Bupati Bantaeng dua periode itu.

“Misalnya di PTSP izin mahasiswa, dosen yang mau penelitian harus menunggu 3-4 hari, sekarang cukup 4 menit lewat aplikasi sudah dapat kemudahan izin,” sambungnya.

Nurdin menyebut dengan kemudahan sistem digitalisasi, investor semakin tertarik untuk menanamkan modal di Sulsel, ditambah kondisi infrastruktur yang digenjot Pemerintah Provinsi Sulsel guna menarik investor sebanyak-banyaknya untuk berinvestasi di Sulsel.

Editor: Azhar

  • Whatsapp