Pemprov DKI Dorong Sepeda Jadi Alat Transportasi Kota

  • Whatsapp
Sebentar lagi sepeda akan menjadi alat transportasi di Jakarta. (Int)
Sebentar lagi sepeda akan menjadi alat transportasi di Jakarta. (Int)

MANIFESTO, JAKARTA– Belakangan ini, bersepeda bukan hanya sekadar untuk berolahraga. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung agar warga memilih mengayuh sepeda sebagai alat transportasi dengan menyediakan fasilitas yang kian memadai.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya tengah mendorong penggunaan sepeda sebagai alat transportasi perkotaan dan memasukkannya sebagai prioritas pengguna jalan.

Bacaan Lainnya

“Dalam hal transportasi, kami menerapkan kebijakan prioritas pengguna jalan. Pertama, untuk pejalan kaki. Kedua, kendaraan non-emisi (sepeda dan kendaraan listrik). Ketiga, transportasi umum (bus). Keempat, kendaraan pribadi (mobil dan motor). Untuk sepeda, kami juga telah menyediakan jalur
permanen,” kata Syafrin.

Kawasan khusus pesepeda tersebut, kata Syafrin, demi memfasilitasi aktivitas warga yang ingin bersepeda di akhir pekan guna menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, sebagai langkah pendistribusian konsentrasi masyarakat agar pesepeda tak hanya memadati Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

Kawasan khusus pesepeda telah dimulai sejak 28 Juni 2020 di 32 lokasi. Namun berdasarkan hasil evaluasi, hanya 10 lokasi yang kini diaktifkan. Masing-masing di Jakarta Pusat ada Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Benyamin Sueb; di Jakarta Barat ada Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk; di Jakarta Utara ada Jalan Danau Sunter Selatan, Jalan Benyamin Sueb; serta Jakarta Timur di Jalan Raya Raden Intan, Jalan KBT Sisi Utara; dan Jakarta Selatan di Jalan Layang Non Tol Antasari.

“Kami mengerahkan para petugas untuk menjaga kawasan khusus pesepeda dan mencegah masyarakat bergerombol. Hal ini sebagai upaya mengingatkan dan mencegah terjadinya penularan Covid-19,” kata Syafrin lagi.

Ia menambahkan, kini para pemilik kantor dan mal di Jakarta wajib menyediakan parkir khusus sepeda, sesuai aturan Pergub Tahun 2020. Tepatnya, pasal 10 ayat (4) yang berbunyi penyediaan ruang parkir khusus sepeda di perkantoran dan pusat perbelanjaan ditetapkan sebesar 10 persen dari kapasitas parkir.

Syafrin menjelaskan, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, PT Kereta Api Indonesia, dan para operator bike sharing mewujudkan parkir sepeda dan penyediaan bike sharing di titik-titik potensial, seperti trotoar pusat-pusat kegiatan, stasiun commuter line (KRL), dan halte Bus Transjakarta.

Menurutnya, telah dilakukan pula pelaksanaan uji coba bike sharing di koridor Thamrin-Sudirman, dengan rincian sebanyak 69 titik lokasi parkir sepeda dan 615 sepeda.

“Bahkan, jalur sepeda menjadi salah satu komponen perencanaan Penataan Kawasan Stasiun Tahap II. Kami akan mengintegrasikannya dengan jalur sepeda eksisting, sehingga mengoptimalkan fungsi sepeda sebagai pilihan first mile dan last mile penggunaan angkutan umum massal,” ucap Syafrin.

Pemprov DKI pun berkolaborasi dengan The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) dalam penyediaan jalur dan kawasan khusus sepeda di DKI Jakarta.

“Dengan kolaborasi ini, kami mengadakan workshop untuk penjaringan isu tentang lokasi dan perspektif penyediaan jalur sepeda dari para pemangku kepentingan, diskusi internal, serta pertukaran data tentang volume pesepeda dalam kawasan khusus pesepeda,” ungkap Syafrin.

Sementara, Manajer Komunikasi ITDP Fani Rachmita menjelaskan, fasilitas untuk pesepeda yang dimiliki Jakarta saat ini terhitung sangat baik. Ia menilai tantangan akan muncul setelah pandemi Covid-19 berakhir, seperti untuk menjaga warga tetap menggunakan transportasi umum dan sepeda.

“Tentunya, kebutuhan yang sangat besar ini harus dibarengi dengan peningkatan infrastruktur yang selaras, seperti peningkatan infrastruktur jalur sepeda dengan menambah proteksi, menambah rute jalur sepeda, dan menyediakan parkir sepeda di tempat umum,”

“Ini tentang bagaimana masyarakat nanti setelah pandemi bisa tetap menggunakan angkutan umum atau moda yang ramah lingkungan. Karena, kita tidak mau Jakarta kembali macet dan terjadi polusi udara,” tambah Fani.

Data ITDP melaporkan, jumlah pengguna sepeda di Jakarta mulai Oktober 2019 atau di awal pengoptimalan jalur sepeda hingga Juni 2020 mengalami peningkatan 10 kali lipat atau 1.000 persen. Pengamatan dilakukan pada jam-jam sibuk di hari kerja, yakni pukul 06.30 sampai 08.00 WIB.

Pengamatan dilakukan di beberapa titik, antara lain Sudirman-Thamrin, Dukuh Atas, Gelora Bung Karno, dan Sarinah. Di segmen Dukuh Atas dari Selatan ke Utara, yakni Bundaran Senayan menuju Bundaran HI pada jam sibuk pagi, peningkatan terjadi lebih dari 1.000 persen atau dari 21 pesepeda menjadi 235 pesepeda. Hal serupa terjadi di segmen Gelora Bung Karno arah Selatan ke Utara, di mana tercatat dari 129 pesepeda menjadi 249 pesepeda atau peningkatan sebesar 93 persen.

“Momen pandemi Covid-19 dan PSBB bisa menjadi faktor pendukung utama dalam mendorong lebih banyak lagi warga Jakarta yang beraktivitas menggunakan sepeda,” papar Fani.

Sumber: CNN

  • Whatsapp