Pengelola Tol Makassar Gelar FGD, Hadirkan Akademisi hingga Pelaku Usaha

judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – PT Margautama Nusantara (MUN) melalui anak usahanya, PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Swiss Belhotel Makassar, Selasa (6/6/2023). Diskusi membahas efektivitas dan dampak keberadaan jalan tol, dengan tema ‘Lebih Hemat Lewat Jalan Tol?’.

Tampil sebagai pembicara yakni Direktur Utama PT MMN Ismail Malliungan, Guru Besar Bidang Ilmu Perencanaan Transportasi Unhas Prof Muh Isran Ramli, serta Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas Prof Marzuki DEA. Diskusi itu sendiri dipandu oleh Qadriathi Dg Bau, yang juga pengamat transportasi.

Bacaan Lainnya

Hadir pula dalam acara tersebut, Direktur Operasional PT MUN Joko Santoso serta undangan dari berbagai elemen. Mulai dari budayawan, sosiolog, mahasiswa, perbankan, pelaku usaha hingga media.

Direktur Utama PT MMN Ismail Malliungan mengungkapkan pelaksanaan FGD ini untuk mendapatkan masukan dari akademisi maupun masyarakat seputar jalan tol yang dioperasikan. Muaranya, guna mendongkrak penggunaan jalan tol sekaligus upaya mengakselerasi perekonomian lewat keberadaan jalan tol.

“Forum ini diharapkan untuk bisa mendapatkan saran dan pendapat masyarakat. Apalagi, keberadaan jalan tol ini cukup vital, dimana jalan tol Makassar ini menghubungkan simpul-simpul strategis. Intinya, punya peran dalam men-trigger pertumbuhan daerah,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Ismail juga memaparkan efektivitas dan dampak positif penggunaan tol. Menggunakan jalan tol terbukti lebih aman, nyaman, dan hemat. Musababnya, pengguna jalan tol bisa menghemat waktu perjalanan. Dari sisi operasional pun diklaim lebih irit, karena dapat menghemat penggunaan ban, suku cadang hingga BBM.

“Jadi, memang harus bayar kalau lewat tol, tapi jika dihitung operasional sebenarnya lebih rendah (biayanya). Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti pemakaian ban, suku cadang hingga konsumsi BBM,” tuturnya.

Prof Marzuki DEA yang juga pengamat ekonomi pada kesempatan itu menjelaskan, infrastruktur jalan tol di Indonesia Timur belum begitu banyak. Hanya beberapa provinsi yang sudah memiliki, termasuk Sulsel. Meski panjang tol yang ada, khususnya di Kota Makassar tidak berkembang secara signifikan. Hanya puluhan kilometer.

Ia juga bilang keberadaan jalan tol di Sulsel memiliki dampak atau manfaat yang cukup besar di berbagai sektor. Bukan hanya menunjang akselerasi perekonomian, tapi juga mendukung pembangunan IPM. Ia pun mendorong agar keberadaan jalan tol bisa dikelola lebih baik agar manfaatnya lebih besar dan luas.

“Tol mesti dikelola untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha. Itu yang mesti menjadi target,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof Muh Isran Ramli yang juga Dekan Fakultas Teknik Unhas menyampaikan, penggunaan jalan tol dalam mendukung mobilitas lebih hemat. Musababnya, dapat mengurangi waktu perjalanan. Meski demikian, mengakses jalan tol ditegaskannya bukan berarti harus kebut-kebutan.

“Biaya operasional kendaraan dalam melakukan perjalanan lebih hemat menggunakan jalan tol,” ujarnya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait