Perut Anda Buncit, Turunkan dengan Cara Ini

judul gambar

Menurut ahli gizi teregistrasi di Green Chef, Gabby Geerts, mereka yang makan karbohidrat dalam jumlah besar, biasanya berupa makanan olahan dan karbohidrat sederhana, rentan mengalami akumulasi lemak di bagian perut.

Kita mungkin tidak bisa secara spesifik menargetkan untuk menurunkan lemak perut saja, namun memangkas asupan karbohidrat bisa mencegah perut kita semakin membuncit.

Bacaan Lainnya

Untuk hasil yang lebih nyata, selain memangkas karbohidrat, cobalah meningkatkan metabolisme tubuh sehingga kamu bisa menurunkan berat badan dan menjaganya.

Penyebab lemak perut

Ada banyak hal yang bisa memengaruhi munculnya lemak perut, termasuk stres dan kurang tidur.

Selain itu, asupan karbohidrat juga memiliki peran besar.

“Karbohidrat adalah sumber utama energi untuk tubuh, dihancurkan dan diubah menjadi glukosa oleh sel tubuh,” kata Gabby dikutip dari Kompas.com, Kamis 4 April 2019.

Jika kita mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat dari jumlah yang diperlukan, tubuh kita akan mengubahnya menjadi glikogen, bentuk cadangan energi.

Jika kita masih mengkonsumsi terlalu banyak karbohidrat bahkan ketika kapasitas cadangan glikogen sudah berlebih, tubuh akan mengubahnya menjadi lemak.

Insulin, sebagai hormon penghantar glukosa ke sel-sel tubuh, juga akan berkurang efektivitasnya jika kita terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat.

Artinya, jika kita terus menerus mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat, tubuh akan mengalami resistensi insulin.

“Efisiensi insulin akan terus menurun dan akan lebih banyak energi disimpan sebagai lemak,” jelas Gabby.

Jadi, jika kamu bertanya-tanya mengapa berat badanmu naik dan bagian tengah tubuhmu membuncit, maka lihatlah kembali pola makanmu.

Catatlah asupan karbohidrat yang dikonsumsi, perhatikan tipe karbohidrat yang dikonsumsi, ukuran porsi, hingga apapun yang dianjurkan ada pada piring makan.

“Menambah makanan kaya lemak sehat dan protein akan membantu kita menurunkan penyerapannya dan menjaga level gula darah tetap stabil,” katanya.

Maka memantau kembali jumlah asupan karbohidrat dalam sehari bisa saja menjadi lompatan awal

Pola makan rendah karbohidrat bukan hanya fokus dengan menurunkan asupan karbohidrat, tetapi juga mengganti karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks, seperti sayur-sayuran dan biji-bijian utuh, yang kaya serat dan rendah gula.

Editor: Azhar
judul gambarjudul gambar

Pos terkait