Resmikan Sekolah Bola Asri Akbar, Syamsari: Lahirkan Pemain Profesional

  • Whatsapp
Bupati Takalar Syamsari Kitta didamping Dandim 1426 Letkol Ilham Yunus dan Asri Akbar meresmikan sekolah sepak bola Asri Akbar di Lapangan Olahraga Ranggong Daeng Romo, Selasa 30 Juni 2020. (Ist)
Bupati Takalar Syamsari Kitta didamping Dandim 1426 Letkol Ilham Yunus dan Asri Akbar meresmikan sekolah sepak bola Asri Akbar di Lapangan Olahraga Ranggong Daeng Romo, Selasa 30 Juni 2020. (Ist)

MANIFESTO, TAKALAR– Bupati Takalar Syamsari Kitta meresmikan Yayasan Sepak Bola Asri Akbar di Lapangan Olahraga Ranggong Daeng Romo, Bilacaddi, kecamatan Pattalassang, Selasa 30 Juni 2020.

Yayasan Sepak Bola yang akan diasuh langsung oleh Asri Akbar akan mendidik dan melatih talenta- talenta muda di Takalar untuk menjadi pemain professional. Dalam sambutannya, Syamsari mengatakan, sudah lama mengenal Asri Akbar sebagai pemain yang malang melintang di jagad sepak bola Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Pak Asri Akbar adalah pemain professional yang kita tahu bersama, makanya saya sangat mendukung ketika ada rencana untuk mendidik anak- anak kita menjadi pemain professional, segera lahirkan pemain- peman profesional,” kata Syamsari bersemangat.

Untuk sementara, Syamsari menyilahkan Asri Akbar bersama timnya melakukan latihan di Lapangan Olahraga Rangong Daeng Romo sembari menunggu fasilitas lapangan yang akan dibangun. Apalagi kata dia, di lapangan ini akan dibangun sejumlah fasilitas olahraga sehingga menjadi tempat yang representatif bagi masyarakat Takalar.    

“Hari ini juga kita berikan nama lapangan ini menjadi Gelanggang Olahraga Ranggong Daeng Romo, harapan kita kelak akan lahir talenta- talenta berprestasi yang bisa bersaing di kancah nasional atau internasional di sini, bukan cuma sepak bola, tapi takraw, bola voli, dan olahraga lainnya,” kata Syamsari.         

Mantan anggota DPRD Sulsel ini pun membeberkan alasan memberikan nama Ranggong Daeng Romo di gelanggang olahraga ini. Ia menegaskan, jika Rangong Daeng Romo adalah pahlawan nasional kebanggaan Takalar secara khusus dan Indonesia secara lebih luas. Ranggong adalah simbol perlawanan mempertahankan kemerdekaan dari agresi Belanda yang ingin kembali menjajah bumi pertiwi.      

“Ranggong Daeng Romo adalah kebanggaan kita bersama, semangatnya untuk berjuang dan mengabdi kepada negara harus senantiasa terpatri dalam diri kita,” terang Syamsari.

Ia juga menceritakan jika kakeknya adalah anak buah dari Ranggong Daeng Romo yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan. Kakeknya pun kini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang, Makassar.

Sementara itu, Asri Akbar yang dimintai tanggapan mengatakan, sangat berterima kasih kepada Bupati Takalar atas perhatian dan dukungannya dalam memajukan sepak bola di Takalar. Dengan kepercayaan itu, Asri optimistis jika sekolah sepak bola yang dirintisnya akan melahirkan pemain profesional.

“Saya kira dengan dukungan Pak Bupati dan masyarakat, saya cukup optimis usaha kita akan menghasilkan sesuatu yang membanggakan di masa- masa mendatang,” terang Asri.

Sekadar diketahui, sebelum dimanfaatkan menjadi gelanggang olahraga, tempat ini tak terurus dan menjadi asset mubazzir. Padahal, di lokasi ini sempat dibangun Stadion Sepak Bola di era Bupati Ibrahim Rewa, tetapi mangkrak. Di era Burhanuddn Baharuddin, lokasi ini tidak mendapatkan perhatian.

Editor: Azhar