Rumah Tahfiz Ditutup di Makassar, Rahman Pina: Buka, Itu Jalan Umum!

  • Whatsapp
Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina menyesalkan tindakan penutupan rumah tahfidz di jalan Ance Dg Ngoyo, Makassar. (Ist)
Ketua Komisi D DPRD Sulsel Rahman Pina menyesalkan tindakan penutupan rumah tahfidz di jalan Ance Dg Ngoyo, Makassar. (Ist)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– Legislator Golkar Sulawesi Selatan daerah pemilihan Kota Makassar menyampaikan keprihatinannya atas penutupan jalan masuk rumah tahfidz di Jalan Ance Dg Nyoyo, Makassar oleh seorang anggota DPRD kabupaten Pangkep, Amiruddin.

“Dengan segalah kerendahan hati, saudaraku pak Amiruddin, betul itu adalah pintu samping, bukan pintu utama masuk ke rumah tahfidz. Tapi sekalipun demikian, menjadi tugas kita, membantu siapapun yang punya niat baik membina generasi muslim yang baik,” kata Rahman Pina, Sabtu 24 Juli 2021.

Bacaan Lainnya

“Jangankan sesama muslim, ummat berbeda agama pun harus kita bantu. Bahkan sekiranya itu adalah hak saudaraku, ikhlaskan. Dunia ji ini, kita harus tinggalkan legacy yang baik untuk generasi kita ke depan,” kata mantan anggota DPRD Makassar dua periode ini.

Ia juga mengaku kaget dengan klarifikasi yang disampaikan Amiruddin yang menyebut penutupan akses jalan itu atas dasar brisik. “Namanya juga masa anak anak, pasti brisik. Coba bayangkan bagaimana kesulitan guru-guru ngaji mendidik mereka, mengajar mengeja huruf huruf demi huruf. Tapi mereka tak pernah mengeluh. Bahkan menyiapkan rumahnya, memfasilitasinya, itu tiap hari loh,” katanya.

Rahman Pina mengatakan, jalan depan rumah pak Amiruddin itu adalah fasilitas umum berupa jalan. Sehingga tak ada alasan mendasar untuk menutup akses warga lainnya. “Ini malah bisa masuk kategori penyerobotan hak orang lain. Bisa berdampak hukum. Apalagi pembangunannya tanpa izin pemerintah setempat,” katanya menyesalkan.

Oknum-legislator-di-Makassar-menembok-akses-masuk-ke-rumah-tahfidz-karena-tak-tahan-mendengar-suara-anak-anak-mengaji.-Ist.
Oknum legislator di Makassar menembok akses masuk ke rumah tahfidz karena tak tahan mendengar suara anak-anak mengaji.-Ist.

Atas dasar itulah, Rahman Pina berharap ada kesadaran sendiri Amiruddin untuk segera membuka pagar itu. “Tapi kalau tidak bisa ya, saya yakin walikota, pak Danny Pomanto tak akan membiarkan masalah ini berlarut larut. Harus dibongkar. Saya sudah juga telpon pak Camat Panakkukang menanyakan perihal ini dan betul jalan umum,” terangnya.

Penutupan rumah tahfidz ini menjadi viral kemarin. Apalagi penutupan ini dilakukan oleh oknum anggota DPRD dari partai berbasis Islam. Ditambah lagi, penutupan diakibatkan karena pelaku tak tahan mendengar suara anak- anak mengaji.

Menurut Ketua RW V Kelurahan Masale, Makassar, Abdul Aziz, pelaku melakukan penembokan karena suara anak- anak mengaji membuatnya terganggu. Selain itu, jemuran pakaian dari para penghafal yang dinilai jorok.

“Tahfidz ini dianggap ribut karena mengaji. Kedua masalah kebersihan dan bajunya di situ dijemur. Itu yang dia tidak suka dianggap kotor,” kata Abdul Aziz, Sabtu 24 Juli 2021.

Abdul Aziz mengatakan, rumah Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu memang bertetangga dengan rumah tahfidz itu. Namun, bukan hanya rumah tahfidz yang aksesnya tertutup, tetapi ada juga pintu rumah warga lainnya yang tertutup akibat penembokan itu.

Editor: Azhar

Pos terkait